- Home
- Manajemen Diri
- Seberapa Berat Masalah Menekan Anda?
Seberapa Berat Masalah Menekan Anda?
- By Supardi Lee
- Published 2/09/08
- Manajemen Diri
-
Rating:




Supardi Lee
Supardi Lee adalah seorang entrepreneur sukses, trainer berpengalaman, dan penulis. Bukunya diantaranya The Rich Plan, Achiever, Opportunity Quotient, Kerja Kecil. Setiap Kamis Pkl. 05.00 - 06.00 ia mengisi acara Power of Life di Radio Trijaya 104,6 FM. Ia bisa dihubungi di 0813.1990.8086 dan di supardiku@yahoo.com
View all articles by Supardi LeeLuaskan jiwa, bergembira dengan masalah apapun.
Dalam tulisan saya : Masalah, I Love You, saya
harap anda sudah belajar untuk terus meningkatkan kemampuan. Proses ini penting agar masalah bisa
diselesaikan dan anda menjadi pribadi yang terus berkembang. Pengembangan diri yang by design jadinya. Pada
kesempatan kali ini, mari kita bedah tentang seberapa besar sih masalah yang
anda hadapi menekan anda.
Untuk banyak orang, masalah besar pastilah
menimbulkan tekanan yang besar pula. Iya
kan? Masalah kekurangan uang Rp. 1 juta
jelas berbeda dengan masalah kekurangan uang Rp.5 Milyar. Tapi apakah tekanan yang diberikan dua masalah ini sama
juga? Belum tentu!
Dalam fisika kita mengenal sebuah rumus
tekanan. Dia adalah gaya dibandingkan
dengan luas penampang. P = F/A. (P = Tekanan, F = Gaya, A = Luas Penampang). Dalam kehidupan mental dan emosi, tekanan adalah tingkat
stress anda. Gaya adalah besarnya
masalah yang anda hadapi. Luas penampang
adalah kondisi keluasan jiwa anda.
Jadi, berdasar rumus ini, masalah kurang uang Rp.
1 juta bisa menimbulkan stress yang lebih besar dari masalah kurang uang Rp. 5
milyar. Koq bisa? Iya, jika kurang uang Rp. 1 juta terjadi pada
orang yang luas jiwanya misalnya 100 ribu, maka sterss yang dihadapi sebesar 10
(1 juta / 100 ribu). Dan kurang uang Rp.
5 Milyar terjadi pada orang yang luas jiwanya misalnya 1 milyar, tekanannya
cuma 5 (5 milyar / 1 milyar). Jadi,
bukan besarnya masalah yang menjadi penyebab utama, tapi luas penampangnya,
keluasan jiwa anda.
Mari kita pahami dengan tambahan ilustrasi ember
dan air. Misalnya ada ember yang
ukurannya 5 liter. Jika ke dalamnya
dimasukkan air sebanyak 3 liter, maka ember tersebut bisa menampungnya. Tak ada air yang tumpah. Hal ini sama dengan anda yang masih bisa
tenang-tenang saja ketika menghadapi masalah yang lebih kecil dari keluasan
jiwa anda. Tapi, bila dimasukkan air
sebanyak 6 liter, maka akan tumpah 1 liter.
Luas penampang / ukuran ember / keluasan jiwa anda
adalah faktor terpentingnya. Bukan kemampuan. Anda bisa saja punya utang Rp. 10 milyar, dan
semua aset anda cuma bernilai Rp. 100 juta, dan anda tidak stress! Koq bisa?
Yap, karena jiwa anda sangat luas.
Bahkan tak berbatas. Untuk jiwa
yang luas tak berbatas, masalah sebesar apapun tak akan menimbulkan stress. Tapi, anda bisa punya utang Rp. 1 juta, punya
aset senilai Rp. 10 milyar, dan anda stress.
Kenapa? Karena jiwa anda lebih
sempit dari Rp. 1 juta.
Betapa banyak di dunia ini, manusia-manusia dengan
uang dan kekayaan yang luar biasa banyak, tapi masih saja meminta diskon untuk
barang yang diinginkannya. Itu berarti
harta fisiknya besar, tapi jiwanya?
Banyak orang kaya yang langsung stress ketika harus menghadapi masalah
yang kecil saja. Sang jiwa mungkin
terlalu dimanja oleh fasilitas. Jiwa itu
tidak tumbuh. Ia kerdil.
Di alam ini ada lautan. Berbagai macam air dapat diterima lautan dan
dinetralkan. Seberapa banyak pun air yang masuk ke lautan,
lautan tidak keberatan. Sistem alam bisa
terus menyeimbangkan kondisi air di alam ini.
Kecuali bila manusia melakukan pengerusakan.
Jadilah
lautan, luaskan jiwa
Marilah sekarang kita berlatih meluaskan sang
jiwa. Berikut tips-tipsnya:
- Berniat. Hal ini penting, karena membuat diri anda bersiap untuk
melakukan sesuatu.
- Tutup mata. Bayangkan lautan. Bayangkan anda sebagai lautan. Visualisasi ini penting karena otak
lebih mudah bekerja dengan gambaran visual.
- Bentuk senyuman di bibir anda.
- Bayangkan masalah yang pernah anda hadapi. Buat visualisasi anda kembali
mengalaminya. Rasakan rasa sakit di hati
anda. Bila tingkat sakit 1 – 10,
Berapa tingkat sakit anda?
- Masih dengan rasa sakit di hati, bayangkan dan rasakan anda adalah
lautan dengan jiwa yang lapang.
- Masukkan masalah dan rasa sakit di hati anda ke dalam lautan.
- terus bayangkan masalah dan rasa sakit itu terbawa ombak dan makin
jauh dari anda.
- Bagaimana perasaan anda sekarang?
Berapa tingkat sakit yang anda rasakan sekarang?
- Ucapkan terima kasih pada sang masalah. Sadari bahwa masalah lah yang justru
membuat anda menjadi pribadi yang kuat.
- Tersenyumlah lebih lebar.
Ucapkan terima kasih kembali.
Bila tingkat senang 1 – 10, berapa tingkat kesenangan anda?
- Tingkatkan kesenangan anda 5 kali lipat.
- Buka mata anda. Bagaimana
perasaan anda?
Spread The Word
7 Responses to "Seberapa Berat Masalah Menekan Anda?" 
|
said this on 15 Sep 2008 1:02:01 AM EST
its so nice..
Thx Mr. Supardily..
|
|
said this on 14 Nov 2008 2:35:19 AM EST
Jadikan hati seluas samudra biar bisa manampung apapun dan tidak berkeluh kesah. Sama dg yg aku alami neh :-)
|
|
said this on 01 Dec 2008 9:01:31 PM EST
good berbagilah ilmu.kau tak kan kehabisan.anfik,unfik.berinfaklah mk kau akan di infaki allah lbh banyak.ok.
|
|
said this on 26 Jan 2009 3:17:40 AM EST
subhanallah...1 pemahaman yang baru sy denger.." I LOVE U masalah.." walaupun ketika masalah itu benar2 datang kelu rasanya mengatakan itu...tapi Insyaallah dengan memperluas jiwa masalah adalah bagian dari kehidupan yang memang HARUS ada...bener bapak??
|
|
said this on 25 May 2009 3:46:26 AM EST
sukron pa ustad , penuh pencerahan untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi....
|
|
said this on 18 May 2010 2:11:45 PM EST
thaks atas masukanya..
|
|
said this on 04 Jun 2011 11:19:24 AM EST
bagus sekali...saya pernah mengalami masalah yang teramat berat dalam hidup saya...dan mungkin tip tadi hampir sama dengan yang saya jalani..cuman bedanya gini...
Pejamkan mata...
Tarik nafas dalam dalam, sambil membayangkan kejadian apapun yang menyakitkan...
Kemudian lepaskan perlahan...dan ulangi beberapa kali sampai hati terasa lega...
Artinya hampir sama yaitu masalah tersebut hilang dengan hembusan angin yang kita keluarkan dari mulut kita...kitapun menjadi ringan kembali dalam menjalani kehidupan ini...cintai masalahmu...jangan di buat stres....salam sukses..
|


Author)

