Karakter: Bisakah Kita Merubahnya?
- By Liza Marielly Djaprie
- Published 2/09/08
- Motivasi
-
Rating:




Liza Marielly Djaprie
Liza Marielly Djaprie adalah seorang psikolog klinis dan juga terapis. Selain aktif sebagai penulis, trainer dan konsultan psikologi, Liza saat ini juga berpraktek di salah satu klinik kesehatan jiwa di Dharmawangsa.
View all articles by Liza Marielly DjaprieBerubah Untuk Menuju Kebaikan
Pernah lihat binatang koala?
Atau paling tidak, tahu tentu yang namanya koala.
Si koala ini adalah binatang khas dari Australia.
Dia tenar sekali disana karena bentuknya memang lucu dan mengemaskan. Coklat gelap warnanya dan wajahnya lugu banget gitu.
Si koala ini punya karakter pemalas. Menurut penelitian (& juga menurut sumber salah seorang teman saya), si koala adalah salah satu binatang paling malas di dunia ini.
Konon dia tidur 22 jam dalam sehari!
Huebat ya… Padahal dalam satu hari hanya ada 24 jam, dimana dengan kata lain, ya hanya 2 jam tok si koala bangun dan beraktifitas.
Dia hidup di batang sebuah pohon. Kalau mau makan pun dia malas bergerak dan hanya mau bergeser sedikit untuk mengambil makanan yang sudah tersedia saja di sekitar dia. Bergerak paling banyak dia lakukan hanya kalau sedang melakukan hubungan seks.
Itulah mungkin kenapa si koala kemudian mendapat titel sebagai binatang pemalas.
Ya memang begitulah karakternya… Mana bisa berubah lagi?
Tetapi bagaimana ceritanya kalau dengan karakter seorang manusia?
Apa masih berubah?
Dalam satu bulan belakangan ini saya banyak sekali mendapat kalimat yang sama dari waktu ke waktu terus-menerus, “Ya memang begitu kok karakternya. Mana bisa berubah lagi, Liz”
Dahi saya kok jadi berkerut ya.
Apa iya manusia itu bisa sama disejajarkan seperti seekor koala, yang nota bene masuk ke dalam spesies binatang, dan tidak bisa berubah?
Dahi saya tambah berkerut nih sekarang kayaknya…
Saya yakin tidak ada yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang manusia.
Yang dibutuhkan lagi-lagi hanya seonggok, segepok, segumpal keyakinan dan kemauan. Dan saya yakin semua pasti sudah pernah mendengar kalimat tersebut sebelumnya dalam beragam percakapan, dalam beragam artikel, dalam beragam hal.
Masalahnya sekarang seberapa besar keyakinan dan kemauan kita untuk berubah??
Kalau keyakinan dan kemauan itu cukup besar, rasanya tidak ada yang tidak mungkin.
Saya tidak percaya dengan kalimat tadi, ‘Ya sudah karakter. Mana bisa berubah lagi’. Menurut saya itu adalah sebuah alasan yang dangkal sekali.
Karakter pemarah, karakter pemalas, karakter tukang ngaret, karakter defensif, karakter pembohong, karakter pembual, karakter egois, karakter kompulsif, karakter penakut, karakter depresif, karakter manipulatif dan beribu-ribu karakter lainnya SEMUA BISA BERUBAH.
Saya berani mempertaruhkan semua milik saya untuk kalimat saya tersebut : semua karakter BISA BERUBAH.
Pertanyaannya ‘hanya’lah, mau tidak si manusia itu berubah?
Kalau sudah mau berubah, pertanyaan selanjutnya (& yang paling penting) mau tidak dia berjuang untuk berubah????
Perubahan bukan hal yang mudah dan dapat dicapai dalam waktu satu malam.
Saya pun tidak pernah bilang itu akan menjadi hal yang mudah serta cepat dicapai seperti orang makan cabai lalu langsung pedas.
Perubahan itu mungkin perlu dilakukan dengan usaha yang maha gigih sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah, setakar demi setakar.
(Saya menyadari hal tersebut dari pengalaman pribadi).
Kebayang sudah berapa puluh tahun mungkin si karakter telah mengendap dan mengalir lancar dalam diri.
Kebayang pula sudah berapa puluh tahun kita telah terbiasa menjalankan karakter tersebut.
Seperti kalau misalnya si koala yang juga sudah turun temurun dari nenek moyang begitulah adanya. Hal yang mustahil rasanya untuk merubah si koala.
Tetapi sekali lagi, apa iya kita sama sejajar dengan si koala?
Bagaimana kabarnya dengan atribut ‘kemanusiaan’ yang melekat pada manusia seperti otak, kepintaran, intensi dan kemauan bebas?
Apa tidak ada gunanya semua untuk menghasilkan keadaan yang lebih baik?
Banyak orang mengatakan ingin berubah dan akan berubah.
Tetapi tidak banyak orang yang benar-benar berjuang mewujudkan perubahan itu.
Setiap orang juga tentunya pernah kena teguran, tamparan dan bahkan cacian.
Tetapi tidak banyak orang yang bisa belajar dari teguran, tamparan dan cacian tersebut serta menjadikannya sebagai wake up call.
Mungkin dulu pernah ada penelitian atau percobaan yang ingin membuat si koala lebih aktif, lebih gesit dan lebih banyak bergerak (he3x… mungkin lho ya. Siapa tahu memang pernah ada penelitian atau percobaan itu).
Namun tampaknya tidak sukses tuh karena si koala tetap lah si koala.
Lalu bagaimana dengan kita?
Apakah kita tetaplah kita yang sama dablek-nya dengan si koala???
Atau kita masih bisa menggunakan atribut ‘kemanusiaan’ kita untuk berjuang dan berubah menghasilkan keadaan yang lebih baik?
Saya yakin kita bisa.
Saya pribadi berharap Yang Diatas terus membimbing saya (& kita semua) untuk menggunakan atribut ‘kemanusiaan’ yang ada dengan bijak.
Spread The Word
34 Responses to "Karakter: Bisakah Kita Merubahnya?" 
|
said this on 06 Sep 2008 12:58:02 PM EDT
Apek tenan lho mbk cara berpikirny.
Tp bs gk y qt merubh krakter orng lain, tnpa dsadari oleh orang trsbut??
|
|
said this on 06 Sep 2008 9:58:41 PM EDT
artikel yang sangat bagus dari dik liz
|
|
said this on 14 Sep 2008 9:06:26 PM EDT
Tapi untuk saya pribadi saya masih kesulitan untuk berubah. Ada cara yang lebih cepat ngga ya...untuk bisa berubah kearah yang lebih baik. Mohon ya mba....!!
|
|
said this on 12 Nov 2008 10:18:56 AM EDT
Good! tapi menurut saya perlu di tambahkan:
1. Orang itu harus menyadari dulu bahwa ada karakter yg perlu di rubah dengan berkaca dari pemahaman kebenaran akan Tuhan.
2. Tekad pribadi untuk berubah tentunya dengan kekuatan Tuhan
3. Lingkungan yang mendukung perubahan karakter tersebut.
4. Dilakukan terus menerus... sampai proses itu tercpai.
|
|
said this on 13 Nov 2008 1:01:47 AM EDT
bagus banget mba artikelnya menginspirasi saya yang sedang menuju perubahan yang lebih baik smoga sukses...
|
|
said this on 14 Nov 2008 3:21:08 AM EDT
TAPI mbak untuk merubah kepribadian agar bisa jadi orang yng supel dalam bergaul gimna? padahal pribadi kita orang yang pemalu atau pemarah. jadi gimana cara merubah hal tersebut mbak? mohon bimbingannya mbak
|
|
said this on 20 Sep 2009 1:08:06 AM EDT
Kalo menurut saya sih buat jadi orang yang supel dalam bergaul gak susah koq. Kuncinya cuma "Selalu tempatkan pikiran kita pada sudut pandang orang lain". I'ts called emphatic. Kalo bisa menjalaninya, dijamin deh, everybody will love us. Salam kenal ya
|
|
said this on 28 Dec 2008 4:44:45 AM EDT
trimakasih banget buat artikelnya... bermanfaat bgt..buat nambah pengretahuan dan rencananya artikel ini mau kita sebarin ke temen2 komunitas GENERASI EXCELLENT..
|
|
said this on 16 Jan 2009 3:30:38 AM EDT
kerennnnnnnnnnnnnnnnnnn........................tapi berbuat tidak semudah bicara.
meskipun begitu saya setuju dengan koala untuk saat-saat tertentu,misalnya saat kita sedang butuh waktu un tuk istirahat buksankah manusia bukan mesin?
|
|
said this on 18 Feb 2009 3:02:52 AM EDT
bagus banget sarannya , thnks yea
|
|
said this on 23 Mar 2009 11:36:51 PM EDT
setuju!!!! Saya yakin semua bisa berubah. Hanya keesaan & kebesaran Allah saja yg tak bisa dirubah......
|
|
said this on 02 Mar 2010 3:03:24 AM EDT
bagaimana caranya menghilangkan rasa ketakutan/dedekan pada saat ingin berbicara di depan public?
|
|
said this on 19 May 2009 2:40:38 AM EDT
Allah tidak akan merubah suatu kaum sampai kita mau merubahnya....
|
|
said this on 28 Jul 2009 2:42:09 AM EDT
Setiap kekuatan akan tibul dikarenakan adanya induksi yang menggerakkan, induksi akan kita peroleh dari mana saja baik kita sadari atau tidak. Mudah-mudahan artikel ini dapat menjadi pemicu akan perubahan ke yang lebih baik.
|
|
said this on 02 Aug 2009 11:01:43 PM EDT
Mbak,aq mau tanya apa sih beda karakter sama sifat?
Yg dibawa dr lahir karakter atau sifat?
Terima kasih sebelumnya...
|
|
said this on 17 Sep 2009 7:55:37 PM EDT
makasih mbak atas pituturnya yg begitu ndalam. ttp ada ngak beberapa cara yg begitu jitu ?
|
|
said this on 20 Sep 2009 1:21:37 AM EDT
artikel yg bagus, Mbak. kalo saya boleh nambahin, manusia punya "sifat" dan "sikap".
Sifat adalah takdir yang tidak bisa dirubah. Sifat ini kita bawa sejak kecil hingga dewasa.
Nah, sikap lah yang bisa dirubah. Sikap dipengaruhi oleh sifat (statis), wawasan, believe system, life value dan pengalaman.
Ketika sikap ini terjadi berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan, maka disebutlah karakter.
So, kalo mau rubah karakter, rubahlah believe system anda yg lama, perkaya wawasan, ketahui life value kita sendiri dan jangan takut untuk mencoba sesuatu (pengalaman).
Salam kenal...
|
|
said this on 10 Oct 2009 5:53:30 AM EDT
yaaaa semua bisa berubah...................! sebab hidup ini adalah belajar menjadi pribadi yang lebih baik dari semalam!
|
|
said this on 20 Oct 2009 1:21:30 AM EDT
OK juga mbak,
simple banget, namun mungkin pembahasannya terlalu general, akan lebih mendalam kalau bisa ditambahkan kan tips untuk menjaga konsistensi dari kemauan dan keyakinan, karena pada kondisi realnya banyak sekali semangat itu menurun saat terbentur dengan situasi yang kontraproduktif dari apa yang di inginkan. overall positive thingkin & action should be result positive thing.
|
|
said this on 20 Oct 2009 9:56:34 PM EDT
Menarik sekali ibu artikelnya. Menurut saya ada dua pendapat yaitu : 1) karakter memang bisa dirubah karena sebenarnya seorang yang telah lahir dalam keadaan selamat artinya sukses. seperti kertas putih perubahan karakter seseorang tergantung dari orang itu sendiri dan tentu juga pengaruh lingkungan/orang lain. 2) Karakter seseorang tidak bisa dirubah tetapi hanya bisa ditutupi supaya terkendali, misalnya seseorang yang mempunyai karakter pemarah apabila bisa mengendalikan sifat tersebut maka akan menjadi seorang yang tidak pemarah. Artinya karakter pemarah tetap ada tetapi bisa terkendali/dikendalikan. Pepatah jawa mengatakan " watuk iku ono obate, ananging yen watak bareng karo sing nyandang. Artinya batuk itu ada obatnya tetapi kalau watak akan dibawa sampai meninggal"
|
|
said this on 27 Oct 2009 9:22:04 AM EDT
mbak kira2 butuh waktu berapa lama untuk merubah karakter orang dan apa perlu orang yang berkeinginan untuk merubah karakter tersebut di isolasi/di jauhkan dari lingkungan???
|
|
said this on 10 Nov 2009 7:47:11 PM EDT
artikel yang menarik.ijin copy paste artikel donk...
|
|
said this on 10 Nov 2009 7:50:30 PM EDT
bagus artikelnya,ijin coppas ya mbak,thx
|
|
said this on 29 Nov 2009 6:46:20 AM EDT
saya berkeyakinan karakter bisa dirubah dengan satu syarat : menyadari kalau karakter orang tersebut harus dirubah. Sayangnya kalau ada orang yang memberitahu kalau seseorang memiliki karakter yang kurang baik, seringkali dia malah meng-counter dengan bergagai macam alasan.
Semua bisa berubah. Sebab hidup adalah perubahan........
|
|
said this on 12 Dec 2009 3:12:03 PM EDT
posting yg bagus.,, tp apa bedanya karakter dg sifat??
dr tulisan tsb berarti karakter = sifat, karena menurut sy karakter tdk sama dg sifat.,
manusia bisa mengubah sifat, tp tidak dg karakter!
misal, sebuah ember yg punya karakter lunak dan terbuat dr plastik (mgkin??),. tidak bisa diubah mjd b'karakter keras dan terbuat dr besi, tp kita bisa membuat karakter yg keras tsb?! (bedakan mengubah dg membuat dlm hal karakterisasi??)
tp sifat ember yg berupa wadah air bs kita ubah mjd wadah pakaian, ato wadah yg lain.
orang yg punya karakter keras, bisa kita ubah sifatnya menjadi agak halus, tp karena karakternya keras, so sifat halus yg nampak adl sifat halus yg keras?!
terima kasih.
|
|
said this on 16 Dec 2009 6:31:46 AM EDT
susaaaaaaaaaaaaaaaaaaah mba
|
|
said this on 23 Jan 2010 9:55:53 PM EDT
mba aki mau nannya sekaligis konsultasi, aku punya masalah kepribadian dan karakter yang mau saya rubah,,,daru kecil pengecut bagt... terlalu paranoid.... saya pernah ikut organisasi bagus bagt yang sebenarnya bisamerubah karakter ku...tapi karena prasangkaku sama orang yang sangat jelek palah justru merusak semua... tahun awal progressnya bagus tapi justru rusak ...terkadang aku gampang bagt percaya sama orang sampai bisa dimainkan, kadang ngerasa terlalu baik, dan aku belum bisa marah... aku pernah baca kalo aku ena psikofremia, aku adalah anak tunggal, dan tiba..2 hidup dimasyarakay jadi sulit untul berafiliasi dengan orng... ketika ingin mandiri palah jadi menuju egois.... tolong balz..mba adi...
|
|
said this on 02 Mar 2010 2:55:46 AM EDT
1.bagiamana cara menghilangkan yang namanya menunda dalam melakukan sesuatu? 2.bagaiamana cara mengalkan rasa takut,dekdegan,nerfes?
|
|
said this on 28 Jun 2010 12:15:56 PM EDT
mungkin ada benar'a juga kLo watak itu d bawa mati..
kLo mati'a mendadak..
|
|
said this on 24 Jul 2010 2:57:14 AM EDT
I LOVE U FULL MBAK LIZA,
btw, artikel diatas cuma sekedar pembanding manusia dengan hewan. Tambahan
5 FAKTOR MANUSIA MAU TIDAK MAU AKAN BERUBAH
1. Keadaan
2. Kenyataan
3. Keterampilan
4. Kesadaran
5. Ketakutan
Just it all
|


Author)