- Home
- Relationship
- Curhat pada Tuhan, bisakah?
Curhat pada Tuhan, bisakah?
- By Supardi Lee
- Published 6/10/08
- Relationship
-
Rating:




Supardi Lee
Supardi Lee adalah seorang entrepreneur sukses, trainer berpengalaman, dan penulis. Bukunya diantaranya The Rich Plan, Achiever, Opportunity Quotient, Kerja Kecil. Setiap Kamis Pkl. 05.00 - 06.00 ia mengisi acara Power of Life di Radio Trijaya 104,6 FM. Ia bisa dihubungi di 0813.1990.8086 dan di supardiku@yahoo.com
View all articles by Supardi LeeBerdekatan tanpa jarak dengan Tuhan
Masalah terus berdatangan. Bukan
hanya masalah yang menyangkut pribadi kita, tapi juga masalah-masalah yang
menyangkut orang-orang yang kita pedulikan, yang kita cintai. Maka kita pun berhadapan dengan masalah yang
luar biasa besarnya. Mampukah kita
menghadapinya? Melakukan solusi dari
masalah-masalah tersebut?
Tulisan-tulisan saya yang lalu membahas ini (Masalah, I Love You –
Seberapa Besar Masalah Menekan Anda – Seberapa Cerdas Anda Menghadapi
Masalah?). Benang merahnya terletak pada
terus meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi masalah.
Curhat pada Yang Maha Kuasa berarti kita ingin didengarkan oleh-Nya. Kita ingin dibukakan jalan oleh-Nya. Bisakah?
Jawabannya SANGAT BISA. Tuhan kan
Maha Mendengar. Hanya kita yang sering
kali tak mau bicara pada-Nya. Tuhan Maha
Pemberi Solusi, hanya kita yang terlalu sombong tuk bertanya pada-Nya. Tuhan Maha Baik. Kita aja yang suka berprasangka buruk
pada-Nya.
Bagaimana caranya?
Pada prinsipnya, semua cara komunikasi yang kita kuasai, bisa
dilakukan. Anda bisa teriak atau berbisik. Anda bisa tertawa atau menangis. Anda bisa
berkata-kata atau bernyanyi. Anda bisa
gunakan bahasa daerah, nasional atau internasional. Bisa lewat kata atau
rasa. Silakan saja. Yang penting, ketika curhat itu anda bisa
merasakan kehadiran-Nya.
Tekniknya?
Berikut beberapa teknik yang bisa digunakan :
1. Doa Panjang
Anda berdoa yang panjang sekali. Isi doanya bukan hanya permintaan. Tapi justru lebih banyak penyebutan
nikmat-nikmat yang telah Tuhan berikan untuk anda. ”Engkau telah memberiku ........ Karenanya
aku menjadi .........Ya Tuhanku, terima kasih.”
2. Senyum Tuhan
Teknik ini sangat sederhana. Anda tersenyum dan senyum itu anda tujukan
untuk Tuhan. Lokasi terbaik adalah di
tempat yang lapang. Atau anda bisa
melihat langit yang biru atau hitam.
Sambil menutup mata pun bisa. Yang penting senyum itu untuk Tuhan. Anda akan merasakan kehadiran Tuhan.
3. Tarikan Nafas Tuhan
Bayangkan anda
di akhir hidup anda. Anda masih bisa bernafas
untuk yang terakhir kalinya. Maka nafas
itu akan sangat berharga,
4. Lagu Kesayangan.
Pilihlah sebuah lagu kesayangan yang anda bernyanyi untuk atau bersama Tuhan. Pilih yang liriknya menunjang kecintaan ada pada Tuhan.
Nah, anda pun didengarkan Tuhan. Siapkan diri. Jadilah sensitif untuk tanda-tanda atau
solusi yang Tuhan berikan.
Spread The Word
8 Responses to "Curhat pada Tuhan, bisakah?" 
|
said this on 21 Oct 2008 2:46:17 AM EDT
ajakan anda sangat realitis dan simple, namun memuat apa yang menjadi hekekat dari doa. proficiat.
|
|
said this on 30 Jan 2009 3:54:03 AM EDT
artikel anda membuat saya merasa lebih baik
|
|
said this on 15 Feb 2009 10:18:14 PM EDT
subhanallah....Luar biasa
setiap kata demi kata memberikan energi positif yang dapat menge-charge ruhani....
- Lita Budiarti Pamungkas
|
|
said this on 25 Feb 2009 9:39:00 PM EDT
Aku sering kayak gt, biasa dengan melihat ombak disana aku melihat irama indah TUHAN..
|
|
said this on 06 Mar 2009 12:50:31 AM EDT
Subhanallaah.....
Allah Selalu menyertai qt,,,tapi qt yag tidak pernah peka akan hal itu....
|
|
said this on 27 Mar 2009 11:47:12 PM EDT
luar biasa,,,ini benar2 relistis sehingga mengingatkan saya ketika saya melakukan ha l seperti ini dahulu, dan saya akan mencoba melkukannya kembali.
|



Author)