- Home
- Manajemen Diri
- Mengatasi Kurangnya Motivasi
Mengatasi Kurangnya Motivasi
- By Al Falaq Arsendatama
- Published 2/04/09
- Manajemen Diri
-
Rating:




Al Falaq Arsendatama
Al Falaq Arsendatama bekerja sebagai personal & executive coach yang membantu individu dan korporasi untuk memberdayakan potensi & kekuatan yang dimilikinya sebagai tool dalam pencapaian tujuan.
Ia juga director dan founder dari Coaching Indonesia http://www.coachingindonesia.com serta True Life Institute.
Langkah Strategis Menjaga Motivasi
Salah satu faktor yang menghalangi Anda untuk sukses adalah kurangnya motivasi. Berapa kali Anda berkata, “Saya ingin kaya”, “Saya ingin berhasil” tetapi Anda tidak membuktikan dalam tindakan Anda bahwa Anda bisa kaya dan Anda bisa berhasil.
Kurangnya motivasi berkaitan dengan tidak jelasnya cara untuk mencapai tujuan Anda. Barangkali sering terlintas di pikiran Anda untuk menjadi pengusaha sukses atau mencapai karir tertentu di kantor, tapi Anda tidak tahu caranya sehingga Anda kurang termotivasi untuk mencapai apa yang Anda inginkan.
Disini saya akan mengajak Anda untuk melihat lima hal yang ingin Anda perhatikan agar Anda tetap termotivasi untuk memperoleh apa yang menjadi mimpi Anda:
Membuat Roadmap
Roadmap adalah cara atau strategi untuk mencapai sesuatu. Buatlah roadmap begitu Anda tahu apa tujuan Anda. Apakah Anda ingin memulai bisnis baru atau sekedar menurunkan berat badan, buatlah program yang membagi tujuan Anda tersebut menjadi langkah-langkah yang lebih detil disertai berapa lama waktu yang diperlukan.
Misalnya untuk menurunkan berat badan, isilah program Anda yang meliputi makanan, olahraga, dan istirahat. Kemudian jelaskan apa yang Anda akan lakukan untuk mengatur makanan, berolahraga, dan jam istirahat. Semakin jelas semakin baik sehingga Anda tahu persis apa yang harus Anda kerjakan di waktu tertentu.
Mengambil Tindakan
Sekarang Anda sudah menentukan tujuan dan merencanakan langkah-langkah strategis. Itu semua akan bergunna apabila Anda mengambil tindakan. Tanpa tindakan nyata tujuan dan rencana Anda hanya menjadi mimpi belaka. Tanpa ada manifestasi di tingkat praktis.
Rayakan kesuksesan Anda setiap kali Anda berhasil mengerjakan satu hal, terutama untuk kegiatan yang penting dalam pencapaian tujuan Anda. Penghargaan terhadap langkah Anda sekecil apapun akan memberikan kekuatan untuk mengambil tindakan berikutnya.
Ingatkan Diri Anda akan Keuntungan yang akan Anda Dapat
Izinkan diri Anda untuk membayangkan keuntungan yang akan Anda peroleh dari usaha yang Anda kerjakan sekarang. Bayangkan diri Anda menjadi langsing, kalau tujuan Anda untuk menurunkan berat badan. Atau bayangkan Anda berlibur ke tempat eksotik kalau karir yang Anda impikan sudah tercapai.
Motivasi akan timbul seiring dengan Anda mengingat apa saja benefit yang akan Anda raih dari kerja keras Anda selama ini.
Tetap Konsisten
Layaknya sebuah perjalanan, Anda akan menemui rintangan dan hambatan seiring Anda berjalan mencapai tujuan. Tetaplah konsisten dan yang penting tetap rileks dalam perjalanan ini. Barangkali Anda perlu merubah haluan sedikit seiring dengan informasi baru yang Anda peroleh. Tetap terbuka dan fleksibel.
Kalau Anda merasa kurang motivasi sehingga rasanya Anda tidak memperoleh kemajuan, ingatlah bahwa Anda tidak sendirian. Banyak orang-orang di sekitar Anda yang memiliki masalah yang sama.
Satu hal yang ingin Anda tunjukan pada mereka: Anda berbeda. Dengan tujuan dan strategi yang jelas, halangan utama justru diri Anda sendiri. Yakinkan diri Anda bahwa Anda seorang pribadi yang sukses. Bukankah senang rasanya kalau Anda bisa mencapai apa yang Anda inginkan?
Spread The Word
16 Responses to "Mengatasi Kurangnya Motivasi" 
|
said this on 06 Apr 2009 10:01:06 AM EST
waaah........sya bgt..bgt..kurang PD kALAU BERTINDAK...tergopoh2..dan daya fikir sy pasti dibawah rata2 temen sy nah tu dy yang buat sy kdang kurang action dlm kerjaan......rasanya kya orang gx ad apa2 na...tlong mas ap yg mest sy lkukan.ada gx jru jtunya.....thxs
|
|
said this on 09 Apr 2009 12:14:45 AM EST
Dari pengalaman saya...jurus jitunya adalah keberanian untuk secara jujur menelusuri darimana datangnya ketidak PD an itu. Ini dilakukan dengan proses counseling atau coaching. Setelah ketahuan sumbernya, kita lakukan re-programming di situ. Seperti menginstall software baru, kira2 begitu....
|
|
said this on 29 Apr 2009 12:47:34 AM EST
Mas Falaq, bagi-bagi pengalaman nih.. saya juga trainer nih.. tapi saya tidak pernah malu bertanya dan berilmu dengan orang lain. Di artikel Anda kok baru 4 point, padahal judulnya 5 poin. 1 lagi apa mAs?
|
|
said this on 29 Apr 2009 11:34:32 PM EST
Poin kelima adalah memberikan penghargaan pada diri Anda sendiri dalam proses pencapaian tujuan. Penghargaan diberikan setiap kali Anda berhasil menyelesaikan satu langkah, sekecil apapun. Bentuknya bisa sangat sederhana misalnya dengan nonton film, massage, dll. Penghargaan sekecil apapun sangat berarti untuk menjaga motivasi dan memberikan kepuasan bahwa kita pribadi yang berhasil tanpa mengukur besar kecilnya pencapaian.
|
|
said this on 08 May 2009 5:31:27 AM EST
tips yg sangat aplikatif dan solutif mas falaq berarti rasa enggan juga hampir sama dengan kurangnya motivasi...
mas falaq sy minta hal-hal apa saja yang bisa mengurangi motivasi ???
|
|
said this on 17 May 2009 1:36:44 PM EST
Jika Mas seorang muslim saya ucapkan Assalamu'alaikum warrohmatullah.
Mas saya ingin cerita sudah lama sekali beban ini saya simpan. Mas saya rasa diri saya orang yang tertutup, namun saya berkeinginan untuk maju.Dari semenjak duduk di bangku SMA saya rasa kurang PD, karna jujur selama pertama kali masuk SMA gigi saya sudah ompong, tapi entah kenapa saya tidak mengambil tindakkan untuk mengganti dengan gigi palsu,dan itu berlangsung selama 3 tahun duduk di bangku SMA,gara2 gigi saya yang ompong itu saya merasa malu untuk ngomong sama teman2, saya kurang PD untuk membuka mulut,dan itu salah satu penyebab saya kurang suka bergaul karna takut di ketawain.Baru setelah lulus SMA saya pasang gigi palsu.Tapi dampak negatif selama saya di SMA,yang malu untuk berbicara karna gigi yang ompong,menjadi kan saya orang yang tertutup dan kadang ragu pada diri saya apabila berbicara dengan seseorang maupun orang banyak.Saya pernah kuliah namun saya tidak betah, mungkin karna saya tidak bisa bergaul karna kebiasa'an SMA dulul yang tidak mau terlalu banyak omong sama orang laen,membuat saya tidak merasa kemanisan hidup,khususnya kenikmatan kuliah(bukan kenikmatan yang negatif) sehingga saya memutuskan untuk berhenti kuliah. Setelah satu tahun berhenti kuliah, saya mendapat tawaran dari paman saya untuk bekerja di perhubungungan sebagai honorer, yang bertugas di pelabuhan dan mendapat kan gaji bisa dibilang cukup besar untuk seorang pegawai honor, yaitu Rp1.200.000/bln. Tapi baru satu tahun saya bekerja di situ saya merasa tidak betah, karna bosan dengan hidup yang seperti itu-itu saja,maksud saya karna saya tidak bisa juga bergaul dengan orang banyak secara baik., dan saya sangat tidak PD apabila harus ngomong ini itu sama orang banyak, padahal itu salah satu kewajiban saya. Dan saya putuskan pula untuk berhenti. Dan apa yang terjadi keluarga2 saya malah tidak percaya lagi sama saya,karna sudah di beri kerjaan enak malah di lepas. Sekarang saya sangat tertekan sekali saya ingin menangis saja., namun saya berfikir saya harus kembali menata kehidupan saya. Dan saya berniat untuk kuliah lagi walapun harus sambil bekerja, karna orang tua saya kurang yakin pada saya,jadi saya harus kerja untuk biaya kuliah nanti.Saya mengerti merka bukan tidak mau bantu saya. Hanya merekaTakutnya saya cuma menghabiskan uang lagi seperti dulu. Sekarang umur saya sudah 22thun. Tapi ketidak PD-an saya itu masalahnya. Tolong Mas bagaimana cara melupakan atau apalah namanya dengan masa lalu saya yang kelam penuh ketidak berdayaan untuk berdiri sendiri itu. Tolong Mas karna kalau saya teringat masa lalu saya merasa saya orang terbodoh di dunia karna sudah melewatkan waktu yang berharga. Untuk memperjelas saya seorang pria umur 22thun. Tolong email saya juga mas. Rstpmail@yahoo.co.id
|
|
said this on 18 May 2009 10:18:19 AM EST
Salam kenal juga Debi. Saya menghargai kejujuran Debi dan ini sebetulnya membuktikan bahwa perasaan malu yang ada bisa dikikis dan diatasi. Kepercayaan diri yang kurang karena pengalaman masa kecil memang tidak mengenakan. Namun kabar baiknya, hal itu bisa disembuhkan melalui teknik terapi. Saya melakukannya dan banyak klien saya yang menemukan hidup baru setelah mereka berhasil mengatasi masalah kepercayaan dirinya. Kalau Debi punya waktu saran saya adalah berkonsultasi dengan saya di Jakarta. Dialog melalui email saja tidak cukup, perlu tindakan yang tepat supaya Anda bisa menemukan potensi Anda yg sesungguhnya dan meninggalkan rasa ketidakpercayaan diri.
|
|
said this on 25 May 2009 2:03:50 AM EST
asw.mas falaq, sya aeorang mahasiswa tingkat akhir sebuah univrsitas di kota saya. saya punya permasalahan dlm memotivasi diri, hal yang paling berat bagi sya adalah menjaga konsistensi. bisakah saya mendapatkan tips bagaimana cara menjaga kosistensi diri tsbt?m ksh mas
|
|
said this on 21 Jul 2009 3:48:45 AM EST
Assalamualaikum mas..
tertarik untuk membahas tentang percaya diri mas..bgmn caranya meningkatkan percaya diri dan keberanian? di perusahaan saya pernah diamanahi sebagai personal assisten seorang direktur..tapi saya masih merasa g PD dgn jabatan tsb..mlah saya jadi suka bingung sendiri.saya g PD untuk banyak bergaul dgn orang lain...rasanya hidup ko jadi sepi y!
kira2 solusi untuk mengatasi hal seperti itu bagaimana ya mas?
|
|
said this on 28 Jul 2009 11:28:35 AM EST
Untuk mengatasi rasa rendah diri diperlukan kejujuran untuk mencari sebab kenapa sifat tersebut muncul. Biasanya terkait dengan pengalaman masa kecil di sekolah atau di keluarga. Setelah mengetahui sebabnya kemudian ganti pola pikirmu dengan pandangan yang lebih positif. Pola pikir baru ini harus mencerminkan nilai2 percaya diri dan keberanian. Selanjutnya kondisikan dirimu sampai pola pikir ini menjadi kebiasaan dalam hidupmu.
|
|
said this on 08 Jan 2010 5:15:23 AM EST
mas ! Sy minta almtnya yg d'jakarta
|
|
said this on 16 Jan 2010 4:25:37 PM EST
Pak Ikhsam, alamat kami di True Life Institute, lantai 2 no 34 Dharmawangsa Square Jakarta Selatan. Salam.
|
|
said this on 29 Sep 2010 10:48:40 AM EST
Assalamualaikum.
Saya adalah seorang pelajar SMA kelas 3. Tahun ini saya akan menempuh ujian nasional dan ujian masuk Perguruan Tinggi.
Namun sekarang saya merasa menjadi orang yang sangat gagal di SMA.. Saya merasa sangat bodoh dan sia-sia serta itulah yang menjadikan saya tidak Pede di jenjang sekolah saya yang sekarang. Terkadang perasaan saya juga suka diliputi rasa kebencian dan amarah terhadap diri saya dan teman saya.
Saya kesal mengapa teman2 saya bisa meraih kenikmatan dunia SMA(bukan yg negatif) seperti bergaul, bersahabat,dan cinta dengan lawan jenis namun mengapa saya tidak mendapatkannya ?
Mungkin menurut saya ini dimulai ketika saya kelas 1 dulu. Saya dulu orang yg periang dan pede bahkan terkadang sangat pede namun ketika itu karna saking overconfident nya saya, saya sempat dimusuhi dan diasingkan 1 kelas. Ini karna ada 3tmn saya yg tidak suka dengan saya yang ketika itu menjadi provokator supaya smw orang memusuhi saya.
Padahal saya tidak ada niatan buruk terhadap mereka namun mereka sepertinya tidak senang jika saya berekspresi bebas.. Bahkan sampai sekarang.
Untung saya sekarang telah mempunyai beberapa sahabat yg benar2 setia terhadap saya,
Namun untuk berekspesi secara bebas di sekolah saya merasa seperti dibatasi..
Mereka tampaknya sudah menambah orang untuk mengolok2 saya jika saya ber'macam2' lagi. Padahal, bukannya ini negara demokrasi?
Dimana setiap warna negara punya hak kebebasan pers yang bertanggung jawab?
Tolonglah pak
Karna itu smw sekarang saya menjadi orang pendiam di sekolah dan saya jadi takut untuk bergaul bahkan untuk menjalin hub cinta dengan lawan jenis skrg saya menjadi enggan karna takut cewek yang saya pacari itu merasa cowonya seorang luzzer..
Jujur karna ini semua nilai saya bahkan sangat jeblok dan amburadul dibanding ketika Smp dulu karna fikiran saya yang tidak konsen.
Pak tolong saya ingin kembali kepada diri saya yang dulu lagi, diri yang ceria, pintar akademis, pandai bergaul, dan percaya diri ..
Saya merasa masa2 SMA saya telah hancur sebagai luzzer..
Saya merasa tidak bisa seperti teman2 saya yang mempunyai masa SMA yang indah dan ceria..
Sekarang saya sudah menutup lembaran itu smw untuk fokus belajar supaya saya dapat PTN bagus namun bayang2 dan fikiran negatif itu selalu muncul dan menghantui yang menyebabkan saya takut menghadapi masa2 Kuliah nanti..
Tolonglah saya pak, apa yang harus saya perbuat ??
|
|
said this on 29 Sep 2010 10:49:40 AM EST
Assalamualaikum.
Saya adalah seorang pelajar SMA kelas 3. Tahun ini saya akan menempuh ujian nasional dan ujian masuk Perguruan Tinggi.
Namun sekarang saya merasa menjadi orang yang sangat gagal di SMA.. Saya merasa sangat bodoh dan sia-sia serta itulah yang menjadikan saya tidak Pede di jenjang sekolah saya yang sekarang. Terkadang perasaan saya juga suka diliputi rasa kebencian dan amarah terhadap diri saya dan teman saya.
Saya kesal mengapa teman2 saya bisa meraih kenikmatan dunia SMA(bukan yg negatif) seperti bergaul, bersahabat,dan cinta dengan lawan jenis namun mengapa saya tidak mendapatkannya ?
Mungkin menurut saya ini dimulai ketika saya kelas 1 dulu. Saya dulu orang yg periang dan pede bahkan terkadang sangat pede namun ketika itu karna saking overconfident nya saya, saya sempat dimusuhi dan diasingkan 1 kelas. Ini karna ada 3tmn saya yg tidak suka dengan saya yang ketika itu menjadi provokator supaya smw orang memusuhi saya.
Padahal saya tidak ada niatan buruk terhadap mereka namun mereka sepertinya tidak senang jika saya berekspresi bebas.. Bahkan sampai sekarang.
Untung saya sekarang telah mempunyai beberapa sahabat yg benar2 setia terhadap saya,
Namun untuk berekspesi secara bebas di sekolah saya merasa seperti dibatasi..
Mereka tampaknya sudah menambah orang untuk mengolok2 saya jika saya ber'macam2' lagi. Padahal, bukannya ini negara demokrasi?
Dimana setiap warna negara punya hak kebebasan pers yang bertanggung jawab?
Tolonglah pak
Karna itu smw sekarang saya menjadi orang pendiam di sekolah dan saya jadi takut untuk bergaul bahkan untuk menjalin hub cinta dengan lawan jenis skrg saya menjadi enggan karna takut cewek yang saya pacari itu merasa cowonya seorang luzzer..
Jujur karna ini semua nilai saya bahkan sangat jeblok dan amburadul dibanding ketika Smp dulu karna fikiran saya yang tidak konsen.
Pak tolong saya ingin kembali kepada diri saya yang dulu lagi, diri yang ceria, pintar akademis, pandai bergaul, dan percaya diri ..
Saya merasa masa2 SMA saya telah hancur sebagai luzzer..
Saya merasa tidak bisa seperti teman2 saya yang mempunyai masa SMA yang indah dan ceria..
Sekarang saya sudah menutup lembaran itu smw untuk fokus belajar supaya saya dapat PTN bagus namun bayang2 dan fikiran negatif itu selalu muncul dan menghantui yang menyebabkan saya takut menghadapi masa2 Kuliah nanti..
Tolonglah saya pak, apa yang harus saya perbuat ??
|
|
said this on 27 Nov 2010 2:11:36 AM EST
tlisannya sangat amat berguna banget...moga bisa jadi batu pijakan utk ku dan pmbaca smua. Amin...
ohy ni ada info penting, coba buka http://www.BinaInvestasi.com/?id=heri lumayan kalau ikutan bisa buat jajan...
|
|
said this on 09 Apr 2011 12:33:42 PM EST
Assalamualaikum mas... Saya seorang wiraswastawan yang baru merintis wirausaha, sebelumnya saya pernah bekerja disebuah dealer telekomunikasi seluler sebagai admin.
Saya sering mengalami kejenuhan dalam menekuni suatu bidang, kurang konsisten, tidak sabar dalam bekerja/terburu-buru (ingin cepat kelar kerja'annya) yang berdampak otak saya tidak dapat bekerja maksimal dan hasil kerjapun tidak optimal.
Dampak dari hal tersebut saya mengundurkan diri dari pekerja'an saya, karena laporan administrasi saya sering terlambat dan saya merasa sangat terbebani dengan pekerja'an tersebut. padahal pekrja'an tersebut sangatlah ringan jika saja saya dapat sedikit lebih tenang dan dapat mengoptimalkan otak saya untuk mengatasi berbagai hal yang terjadi di kantor.
Sampai saat inipun hal yang sama masih sering terjadi, setiap ada kendala sekicil apapun di usaha baru saya, saya langsung panik, kepanikan ini sebenarnya timbul karena saya ingin segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. karena keburu-buruan saya ingin menyelesaikan suatu masalah justru membuat masalah yang tadinya kecil menjadi besar, dikarenakan saya tidak dapat berpikir secara jernih dan mencari solusi yang tepat.
Bagaimana cara/terapi menghilangkan kebiasa'an saya yang ingin menyelesaikan suatu pekerja'an / masalah secepat mungkin, dan memfokuskan pikiran saya agar saya dapat bekerja dan memecahkan masalah dengan tenang.
Terimakasih sebelumnya mas....
|


Author)

