Takut Sukses atau Takut Gagal?
- By Al Falaq Arsendatama
- Published 1/10/09
- Motivasi
-
Rating:




Al Falaq Arsendatama
Al Falaq Arsendatama bekerja sebagai life coach untuk membantu mereka yang menginginkan peningkatan kualitas karir, bisnis dan kehidupan personal. Ia juga director dan founder dari True Life Institute http://www.truelifeinstitute.com yang merupakan institusi coaching, counseling, dan healing.
View all articles by Al Falaq ArsendatamaApakah Anda Takut Sukses atau Takut Gagal
Pernah ada yang bertanya, "Apakah takut sukses itu benar-benar ada?". Jangan-jangan cuma alasan takut gagal saja. Tapi sebelumnya kita ingin bertanya: "apa sih definisi sukses?". Kalau yg terbayang: punya mobil mewah, rumah besar, karir hebat...mmmm. ..barangkali kurang tepat. Saya lebih suka sukses dikaitkan dengan "I'm living my passion, I LOVE what I do, I jump out of bed in the morning and can't wait to start my day, I am sharing my gifts with others...etc. "
Tapi hati-hati juga dengan kalimat manis diatas karena kita bisa terjebak di comfort zone dan tidak sadar kalau kita punya potensi. Ada satu kata yang sering dilupakan: "STRETCH". We want our success to evolve - to represent more of what we want to become. Untuk itu kita ingin stretch our zone. Dengan stretch we then make plans and take actions.
Takut gagal = gagal karena takut?
Katanya lebih banyak orang yg takut gagal daripada takut mati. Woow..kenapa ya? Kegagalan biasanya dikaitkan dengan ketidakmampuan seseorang memenuhi harapannya. Entah itu karir, bisnis, akademik atau relationship. Struktur masyarakat modern diciptakan dari konsep kompetisi. Survival for the fittest. Untuk survive, kamu harus berhasil. Kalau tidak kamu gagal dan mati. Begitulah kasarnya.
Orang yang takut gagal belum tentu orang bodoh. Namun ada mekanisme "self-sabotaging" yang ada dalam dirinya. Biasanya ini berkaitan dengan keinginan dia untuk tampil perfect. Menjadi idol yang dikagumi banyak orang. Sayangnya ia justru menjadi terbebani dengan standar perfection yang berlebihan.
Darimana asalnya?
Secara psikologis, orang yang takut sukses dan takut gagal memiliki isu sama di "willpower". Mungkin kedengarannya aneh, orang yang takut sukses willpower-nya kecil. Ia cenderung stagnant dan tidak men-challenge dirinya untuk melakukan hal-hal baru. Orang yang takut gagal justru willpower-nya besar. Tapi sayangnya ia menyalahgunakan willpower itu dengan men-sabotase dirinya sendiri. Ia bisa menyusun rencana untuk sebuah pekerjaan yang luar biasa, tapi tidak melakukan action apapun dan tiba2 perhatiannya beralih ke kegiatan yang lain.
Sekarang kita lihat belief atau pandangan apa saja yang membuat willpower tidak bisa teraktualisasikan dengan optimal.
Beliefs orang yang takut gagal
"Saya harus sempurna"
"Saya harus jadi nomor satu"
"Saya harus berhasil supaya orang-orang mengagumi saya"
"Kegagalan adalah akhir segalanya"
"Saya akan dihukum kalau saya gagal"
"Saya harus menjaga citra diri"
"Pandangan orang tentang saya harus selalu baik"
Beliefs orang yang takut sukses
"Kalau saya berubah nanti saya jadi orang lain"
"Saya menghindari tanggung jawab"
"Saya suka menunda pekerjaan"
"Saya merasa kurang berarti"
"Tidak mungkin!" , "Masa sih bisa?"
"Saya tidak tahu bagaimana melakukannya"
"Saya takut ketidakpastiaan"
Kalau kita telusuri lebih dalam, takut sukses dan takut gagal biasanya timbul karena adanya emotional atau sexual abuse di masa kecil. Core beliefnya adalah feeling unwanted. Sayangnya orang tua yang semestinya berperan positif dalam perkembangan si anak justru tanpa sadar melakukan abuse sehingga ketika beranjak dewasa si anak menjadi pribadi yang takut. Emosi si ibu pada saat mengandung tentunya juga membentuk karakter awal si anak. Lingkungan, termasuk teman2, juga berperan dalam pembangunan kejiwaan si anak. Environment affects gen.
Ciri-ciri di tubuh
Abuse ini bisa diamati dengan mudah di tubuh kita. Tubuh sebelah kiri menyimpan emotional abuse. Beberapa orang yang saya temui mengeluh tubuh sebelah kirinya pegal, lemah dan gampang sakit. Bisa ditebak, setelah ditelusuri mereka menyimpan memori emotional abuse pada saat kecil.
Tubuh sebelah kanan menyimpan sexual abuse. Gejalanya hampir mirip dengan emotional abuse. Terasa lemah, tapi juga bisa kaku dan terasa berat.
Kabar baiknya, kita bisa keluar dari kondisi terbatas ini asal punya willpower yang kuat. Terapi menfasilitasi perubahan, sementara diri sendirilah yang menjalankan perubahan itu. Willpower ini katanya menunggu untuk dibangkitkan. Bukan besok atau lusa tapi seperti orang bijak bilang, "Kalau tidak sekarang kapan lagi?"
Spread The Word
7 Responses to "Takut Sukses atau Takut Gagal?" 
|
said this on 04 Oct 2009 8:25:29 AM EDT
Pak Arsendatama, Saya mungkin termasuk orang yang takut gagal. Betul seperti yang bapak ungkapkan, saya membutuhkan energi yang sangat banyak sekali untuk menjadi 'sempurna' (secara tidak sadar). Namun pada akhirnya saya berpikir apa yang dilakukan sama sekali tidak efektif, walaupun sebelumnya saya berpikir itu adalah cara yang paling-paling efektif dan sempurna. Yang masih rancu bagi saya adalah
cara membentuk will power yang kuat tersebut seperti apa? mohon penjelasannya... terima kasih sebelumnya pak..
|
|
said this on 06 Oct 2009 1:49:06 AM EDT
Terima kasih Pak Kipli atas komentarnya. Kunci membangkitkan willpower terletak pada kedisiplinan. Di artikel berikutnya saya akan berikan tips dan teknik bagaimana membuat strategi untuk memulai langkah baru dan menjaga kedisiplinan. Stay in touch
|
|
said this on 26 Oct 2009 9:57:35 AM EDT
hebat mas...aq juga merasa sebagai orang yang takut gagal mas.... tapi bagaimana caranya untuk menghil;angkan perasaan itu..memang aq punya segudang ide dan cara trus lobby juga banyak...tapi pada saat eksekusi aq jadi ragu2...tolong ya advisnya thy......
|
|
said this on 22 Oct 2009 8:06:32 AM EDT
begitu besar ketakutan saya akan kegagalan. saya merasa ingin jadi orang yang dperfect dan keinginan itu justru membelenggu saya. pengen begini takut salah, pengen begitu takut nggak disukai, takut gagal. jadinya kebanyakan rencana yang ada hanya menumpuk dibenak saya.
|
|
said this on 04 Nov 2009 3:48:56 AM EDT
Aku berada pada ketakutan keduanya pak. . .Tapi saya pikir, saya orang yg pantang menyerah ketika saya melakukan yg saya inginkan. .Tapi salahnya aku sulit mencoba hal baru secara serius. .
|
|
said this on 06 Jan 2010 7:02:03 AM EDT
Takut gagal dan takut sukses tampaknya memiliki kesamaan, yaitu "tidak melakukan apa-apa". Menurut saya perasaan takut akan selalu ada, yang penting adalah kita selalu bertindak untuk mencapai perubahan. Sekecil apapun usaha itu akan membawa perubahan pada diri kita dan lingkungan.
|
|
said this on 27 Jun 2010 10:32:58 PM EDT
bagus banget artikelnya ,dan apa yang anda bahas seperti kehidupan saya sekarang ini, yakni takut gagal ,walaupun saya tahu bahwa apa yang saya takutkan dapat menghambat kesuksessan saya.setelah saya ambil hikmah nya ternyata kesalahan saya adalah TIDAK TAKE ACTION.thy atas ilmu anda yang mau dibagi bagi.
|


Author)
