Pola Kesuksesan
- By Supardi Lee
- Published 19/08/10
- Motivasi
-
Rating:




Supardi Lee
Supardi Lee adalah seorang entrepreneur sukses, trainer berpengalaman, dan penulis. Bukunya diantaranya The Rich Plan, Achiever, Opportunity Quotient, Kerja Kecil. Setiap Kamis Pkl. 05.00 - 06.00 ia mengisi acara Power of Life di Radio Trijaya 104,6 FM. Ia bisa dihubungi di 0813.1990.8086 dan di supardiku@yahoo.com
View all articles by Supardi LeeSederhana, tapi tak mudah.
Sukses tercapai oleh sebuah pola sederhana. Siapapun yang bisa menjalankan pola ini, maka sukses jadi niscaya. Siapa yang cepat menjalankan polanya, suksesnya pun diraih cepat. Kondisi awal, memang berpengaruh, tapi tidak lebih menentukan dari proses menjalankan polanya. Orang miskin dan orang kaya lebih cepat mana meraih sukses? Bila hanya menghitung kondisi awal, maka orang kaya jawabannya. Tapi penentunya bukan kondisi awal, tapi proses menjalankan polanya. Orang miskin yang lebih cepat menjalankan pola sukses dari orang kaya, akan meraih sukses lebih cepat pula.
Nah, bagaimana pola sukses itu? Ada 5 tahap yang membentuk pola sukses, yaitu:
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Keyakinan Diri yang Positif
Segalanya berawal dari sini. Ini citra diri anda. Self image. Ini berkaitan dengan bagaimana anda meyakini diri anda sendiri? Apakah anda manusia yang dilahirkan untuk sukses atau untuk gagal? Anda orang baik atau orang buruk? Anda ganteng / cantik atau buruk rupa? Anda layak kaya atau layak miskin? Anda merasa sebagai orang kelas bawah, kelas menengah atau kelas atas? Ketika berhadapan dengan orang lain, anda merasa diri anda di atas, sejajar atau di atasnya? Juga berkaitan dengan anda merasa diri anda pengikut yang baik atau pemimpin yang hebat? Merasa punya semua bakat dan potensi yang dibutuhkan atau tidak?
Nah, kesuksesan diawali dari keyakinan positif atas diri sendiri. Anda yakin anda dilahirkan untuk sukses. Anda orang baik. Anda ganteng / cantik. Anda layak kaya dan menjadi orang kelas atas. Anda percaya diri berhadapan dengan orang lain. Tidak rendah diri. Tidak juga sombong. Anda layak menjadi pemimpin hebat. Anda pun yakin sekali anda dianugerahi bakat dan potensi yang cukup untuk meraih sukses yang anda inginkan.
Kenapa ini penting? Karena hanya orang yang yakin bahwa dirinya layak sukses yang akan meraih sukses itu. Iya kan?
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Melakukan Keharusan.
Langkah kedua adalah melakukan keharusan. Dari keharusan yang mendasar dan sederhana sampai melakukan keharusan yang sulit dan rumit. Keharusan – yang paling sederhana sekalipun – biasanya tidak menyenangkan. Tapi sangat baik bila dilakukan.
Keharusan ini bersifat seperti imunisasi. Bayi harus diimunisasi. Ini sebuah keharusan. Sakit rasanya, tapi menguatkan. Sedih melihatnya, tapi harus melakukannya. Resiko lebih besar harus ditanggung bila keharusan ini tak dilakukan.
Setiap orang harus bangun pagi-pagi. Setiap orang harus berolahraga. Setiap orang harus makan makanan sehat dan bergizi. Setiap orang harus bisa mengurus dirinya sendiri. Setiap orang harus bisa berpikir. Setiap orang harus bisa memecahkan masalah. Setiap orang harus terus belajar. Itulah beberapa keharusan yang mendasar.
Bila anda karyawan, anda harus disiplin. Taat aturan. Betapa pun aturan itu membuat anda kesal. Bila anda pebisnis, anda harus punya nilai lebih. Betapa pun sulitnya memiliki nilai lebih itu. Bila anda atlet, anda harus keras berlatih. Meski itu melelahkan.
Nah, bisakah anda meraih sukses bila anda tak bisa melakukan keharusan anda? Tidak!!! 100% tidak bisa sukses.
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Membentuk Kebiasaan Positif.
Langkah ketiga adalah hasil langkah kedua yang benar-benar jelas, terus dilakukan berulang-ulang secara konsisten. Setiap orang harus bangun pagi. Maka pagi bisa berarti pukul empat, lima, enam, tujuh, delapan atau bahkan sembilan. Bila anda bangun tidur pukul empat di hari Senin, pukul tujuh di hari Selasa, pukul lima di hari Rabu, pukul delapan di hari Kamis, maka anda baru melakukan keharusan. Keharusan anda belum menjadi kebiasaan. Ketika anda secara konsisten – setiap hari – bangun pukul empat, itulah kebiasaan. Sebuah kebiasaan positif harus benar-benar jelas.
Ketika melihat orang kecelakaan, anda sigap membantu. Anda melakukan keharusan anda. Tapi hal ini tak terjadi setiap hari, kan? Maka ini bukan kebiasaan. Mematikan lampu yang tak digunakan adalah keharusan. Selalu mematikan lampu yang tak digunakan adalah kebiasaan. Nah, keharusan dan kebiasaan dibedakan oleh satu kata saja : selalu. Satu kata yang benar-benar sangat menentukan.
Keyakinan positif, Melakukan keharusan dan Membentuk kebiasaan positif adalah fondasi sukses anda. Ia seperti batu, pasir dan semen dalam fondasi rumah. Salah satu kurang, fondasi tak kuat. Rumah tak bisa dibangun di atas fondasi yang rapuh. Sukses pun begitu. Hanya bisa diraih bila fondasinya kuat.
<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Membentuk Kebiasaan Produktif
Kebiasaan produktif berbeda dengan kebiasaan positif. Kebiasaan positif berarti tidak negatif, tidak merugikan, dan menyenangkan, tapi tidak menghasilkan kemajuan secara langsung. Kesuksesan diraih secara langsung oleh kebiasaan produktif.
Membaca buku itu positif. Apakah produktif? Tidak. Menulis buku lah yang produktif. Hasilnya jelas sebuah buku. Anda mungkin berpendapat, membaca buku kan menghasilkan pengetahuan. Jadi ada hasilnya. Ada produknya. Anda benar. Tapi produknya masih di tahap mental, bukan fisikal. Maka bila baru di tahap mental, belum bisa dikatakan produktif. Secara mental, anda bisa sangat paham tentang penjualan. Produktif? Belum. Jadi produktif bila anda telah menjual sesuatu. Dan sesuatu yang anda jual itu ada yang beli.
Apakah ini membuat produktif lebih penting dari positif? Jelas tidak. Anda akan sangat sulit untuk bisa produktif, bila anda tidak positif.
<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Berkompetisi.
Kebiasaan produktif akan menghantarkan anda pada sukses. Tetapi untuk bisa bertahan dalam kesuksesan, anda harus siap dan mampu berkompetisi. Tanpa ini, sukses hanya sekejap. Orang sukses adalah orang yang senang berkompetisi. Bersemangat ketika ada saingan. Terpacu ketika ada lawan. Tetap rendah hati ketika menang. Segera bangkit ketika dikalahkan. Maka keyakinan, pelaksanaan keharusan, kebiasaan positif dan kebiasaan produktif benar-benar diuji. Inilah ujian sebenarnya dari sebuah kesuksesan.
Meraih sukses sulit. Mempertahankan kesuksesan jauh lebih sulit. Maka sadari lah bahwa semua kesulitan itu memang sebuah kelayakan untuk orang hebat seperti anda. Iya kan?
Bagaimana dengan kegagalan? Ternyata, gagal pun membentuk sebuah pola. Pola yang berkebalikan dari pola sukses. Berarti orang gagal itu:
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Keyakinan pada dirinya sendiri negatif.
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Tidak melakukan keharusannya, malah asyik melakukan kesenangan.
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Terbentuk kebiasaannya yang negatif.
<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Terbentuk kebiasaannya yang merusak.
<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Menyerah kalah sebelum berkompetisi.
Nah, ini jadi bahan introspeksi kita bersama. Berada di pola mana hidup kita? Pola sukses atau pola gagal? Berada di tahap mana pada pola tersebut?
Spread The Word
13 Responses to "Pola Kesuksesan" 
|
said this on 05 Oct 2010 11:31:59 PM EST
thank supardi atas tulisan anda.karena selama ini saya salah seorang yang sering terlena dengan kehidupan.saya paham akan kelemahan diri tapi malas utk mengembangkan diri.saya paham kita harus produktif tapi takut untuk berbuat.semoga saat ini saya dapat spirit kembali meraih keinginan-keinginan saya.sekali lagi terima kasih karena anda telah mengingatkan saya
|
|
said this on 11 Feb 2011 8:37:30 AM EST
terima kasih atas jurus2 maut untuk pengembangan diri saya menyadari masih jauh dari pola yg bapk tulis, step by steap akan action
|
|
said this on 16 Feb 2011 1:00:09 AM EST
saya bekerja diPerusahaan sebagai administrasi Typing, setelah 1,5 bulan, saya diangkat menjadi pegawai administrasi HRD dan diangkat permanen, tetapi ketika saya ditraining oleh seorang yang akan saya gantikan posisinya, saya kurang suka didalam menerima dia dalam menjelaskan dan materi yang diberikan bagiku cukup rumit karena memegang 4 departemen dan kegiatan yang lain. setiap saya pulang dan ketika pagi hari mejenguk ku terbangun fikirku selalu kefikiran yang tidak suka dengan jabatan baru itu, dan setelah beberapa hari kemudian saya bicarakan kepada atasan saya, bahwa saya merasa kurang nyaman dengan posisi baru ini, dan jika diijinkan saya mau balik di posisi saya yang kemarin sebagai admainstrasi typing (pegawai kontorakan). dan tidak lama kemudian kontrak ku habis dan saya mencari pekerjaaan lain...
|
|
said this on 04 Mar 2011 9:03:11 AM EST
Like this..inspiratif..mengecharge ruhiyah..mantap!
|
|
said this on 16 Mar 2011 12:03:35 AM EST
ini terjadi didalm kehidupan q dalam mencapai kesuksesan q.. :) beranjak dari kegagalan (dengan kebiasaan2 tersebut) setelah mencoba untk bangkit engan merubah cara pandang aq mencapai kesuksesan q dengan cara 5 langkah tersebut.. cara pertama yg paling sulit adalah meyakinkan diri bahwa aq bisa langkah2 selanjutnya berjalan seiringan tanpa di sengaja, seperti kebiasaan positif, produktif dan berkompetisi :)
|
|
said this on 02 May 2011 4:37:06 AM EST
manstabbb !!!
|
|
said this on 23 May 2011 6:44:30 AM EST
makasi buat yg nulis e book in......
|
|
said this on 01 Jun 2011 12:42:18 PM EST
Artikel yang sangat membangkit motivasi untuk maju, jempol buat yang nulis.
|
|
said this on 06 Jun 2011 10:24:13 AM EST
ratingnya nggak bintang lima, soalnya masih banyak
1.
hehe..
tapi isinya mantap.. semoga ane bisa sukses! *meyakinkandiri*
|
|
said this on 06 Jun 2011 11:25:44 PM EST
terima kasih untuk pengajaran ini pak supardi :)
ini sungguh luar biasa dan seolah membuka cakrawala saya
bahwa pengetahuan saya mentok di kepala--gag dilakukan sampai ke tindakan,,,,
itu sebabya saya juga mentok di satu pola yang bapak tulis diatas,,,
terima kasih sekali lagi
|
|
said this on 14 Jul 2011 11:00:15 AM EST
artikel yang mengispirasi
ikuti saja jalur salah satu orang yang telah sukses bs membantu tuk merah tujuan
|
|
said this on 10 Dec 2011 9:14:22 AM EST
Artikel yang bagus Pak, sekarang saya berada di langkah 2. Mohon dukungan semua, sehingga saya siap berkompetisi untuk sukses.
|


Author)

