- Home
- Manajemen Diri
- 5 Pola Pikir tentang Utang yang Membuat Kaya
5 Pola Pikir tentang Utang yang Membuat Kaya
- By Supardi Lee
- Published 18/03/08
- Manajemen Diri
-
Rating:




Supardi Lee
Supardi Lee adalah seorang entrepreneur sukses, trainer berpengalaman, dan penulis. Bukunya diantaranya The Rich Plan, Achiever, Opportunity Quotient, Kerja Kecil. Setiap Kamis Pkl. 05.00 - 06.00 ia mengisi acara Power of Life di Radio Trijaya 104,6 FM. Ia bisa dihubungi di 0813.1990.8086 dan di supardiku@yahoo.com
View all articles by Supardi LeeMengubah Utang Menjadi Kekayaan
Pak Hasan, kolega saya di Institut Kemandirian. Suatu ketika ia menyampaikan ceramah singkat setelah shalat zuhur. Ceramahnya tentang seorang pengusaha di Bandung. Suatu ketika, sang pengusaha ditimpa bencana. Ia pun down dan frustasi. Bisnisnya hampir-hampir hancur. Sang pengusaha lalu melakukan perjalanan dari mesjid ke mesjid. Dari perjalanan inilah, ia memperoleh pola pikir baru. Ia benar-benar tercerahkan.
Pencerahan yang ia alami adalah tentang shalat. Untuknya dulu, shalat adalah aktivitas jeda di tengah kesibukan bekerja. Sekarang berubah menjadi: ”Kerja adalah aktivitas selingan untuk menunggu shalat”.
Perubahan yang dilakukan sang pengusaha ini ternyata berhasil membuat bisnisnya meningkat lagi. Ia bahkan merubah sistem bisnisnya sesuai prinsip baru tersebut. Bisnisnya bisa kembali maju seperti semula.
Itulah isi ringkas dari ceramah Pak Hasan. Cerita tentang sang pengusaha itu menyentak hati saya. Saya dan semua jamaah shalat zuhur langsung berniat dan bertekad untuk juga membuat perubahan yang sama.
Nah saudara, itulah hebatnya pikiran. Ia menjadi awal dari tindakan yang bisa membuat perubahan menuju pada kesuksesan. Karenanya, gunakanlah pikiran anda untuk mendukung anda, bukan untuk mensabotase kesuksesan diri anda sendiri.
Dalam kaitannya dengan topik: ”Kaya dari berutang”, maka diperlukan beberapa pola pikir yang yang mendasarinya. Dengan pola pikir ini, maka kondisi kaya dari utang menjadi mungkin.
Penolakan pada pola pikir ini akan menjauhkan anda menggunakan utang sebagai alat menuju kaya. Anda akan menghindari utang. Langkah-langkah yang diterangkan berikutnya mungkin menjadi tak berarti. Itulah sebabnya, kenapa bagian ini menjadi bagian mendasar yang sangat penting.
Bagian kaya sejati memberikan gambaran pada anda tentang tujuan yang ingin diraih. Dari sana lah semuanya berasal. Setelah tujuan jelas, maka anda harus mempersiapkan diri. Inilah fungsinya bagian menjadi achiever. Dengan menjadi achiever berarti anda telah siap untuk melangkah menuju tujuan kaya sejati. Nah, sekarang saatnya anda memilih alat. Apakah anda mau gunakan mobil, motor, sepeda, kereta, pesawat terbang, kapal laut, atau hanya jalan kaki?
Naik pesawat terbang bisa lebih cepat menghantar anda ke tujuan. Tapi bila anda belum terbiasa menggunakan pesawat terbang, tentu tidak mudah juga. Apalagi bila di benak anda tersimpan file-file buruk tentang pesawat terbang. Misalnya tiketnya mahal, bahaya karena pesawat terbang bisa jatuh, ada tetangga yang meninggal karena kecelakan pesawat terbang, dan sebagainya.
Nah, untuk memutuskan menggunakan pesawat terbang, anda tentu saja harus mengganti file-file buruk di benak anda itu. Ganti lah file buruk itu dengan file baik. Misalnya, menggunakan pesawat terbang itu lebih nyaman, cepat, relatif aman dibanding yang alat transportasi lain, lebih bergengsi, terjamin asuransi, dan sebagainya.
Sama juga dengan utang. Untuk menggunakan utang sebagai alat meraih kualitas kaya sejati, maka anda harus mengganti file buruk di benak anda tentang untang dengan file baik. Dengannya, anda akan semangat melakukannya. Berbagai rintangan, hambatan dan masalah yang kemudian terjadi akan anda hadapi dengan lapang dada, kreatif dan fokus.
Lalu, apa saja file-file baik yang harus mengganti file-file buruk di benak anda. Bila menyangkut utang, maka ada lima file baik yang anda butuhkan bila anda ingin menggunakan utang. Berikut kelima file baik tersebut.
1. Utang itu baik-baik saja.
Berutang adalah hal yang baik-baik saja. Utang itu tidak buruk. Ia tergantung kepada orangnya. Utang bisa buruk di tangan orang yang lemah dan salah. Tapi utang bisa baik dan memperbaiki di tangan orang yang kuat dan benar. Itulah sebabnya, bila anda mau kaya dari utang, anda harus mempunyai kualitas achiever. Para achiever adalah orang-orang yang kuat dan teguh memegang kebenaran.
Suatu ketika, saya baca buku Pak Quraish Shihab. Judulnya Lentera Hati. Salah satu bab dalam buku itu menerangkan adanya kesamaan antara agama (dalam bahasa Arab istilahnya : Din) dengan utang (dalam bahasa Arab istilahnya: dain).
Akar kata agama dan utang ternyata sama. Pak Quraish menyimpulkan bahwa bila anda beragama dengan benar, maka hal itu sama saja seperti anda membayar utang pada Allah SWT. Apakah anda merasa berutang pada Allah karena telah memberikan banyak nikmat untuk anda?
Terus terang saja, uraian Pak Quraish mengagetkan saya. Hal itu adalah pencerahan baru untuk saya. Salah satu motivasi saya menulis buku ini adalah uraian tersebut. Selama ini di benak saya pun tersimpan file: ”Utang itu buruk”. Dengan begitu saya berusaha sekuat tenaga menghindarinya. Sekarang, file itu telah berganti menjadi: ”Utang itu baik-baik saja”.
Dengan yakin bahwa utang adalah hal yang baik-baik saja, maka anda sedang membuka pintu peluang menggunakan utang dengan sebuah rencana yang baik. Iya, kan? Mungkinkah anda membuat rencana yang baik akan sesuatu yang menurut anda buruk? Bagi anda yang masih manusia normal, nggak mungkin, kan?
Misalnya korupsi. Korupsi adalah sesuatu yang buruk. Apakah ada orang yang merencanakan korupsi dengan sangat baik sehingga tidak pernah terungkap? Banyak. Siapa mereka? Tentu saja mereka orang-orang yang jahat. Hanya orang jahat yang merencanakan keburukan dengan sangat baik dan rapi. Pernahkah anda korupsi? Bila pernah, bertaubatlah segera.
2. Utang adalah alat yang hebat.
Pernahkah anda mendengar istilah BODOL? Istilah ini kepanjangannya adalah Berani Optimis Duit Orang Lain. Istilah BODOL sering dilekatkan pada orang yang mau wirausaha tetapi nggak punya modal. Modal mereka adalah keberanian dan optimismenya saja.
Banyak orang yang sukses dengan prinsip BODOL ini. Tentu, pada prakteknya bukan hanya berani dan optimis saja modalnya, tapi juga didukung hal-hal lain, seperti kompetensi, komunikasi yang bagus, relasi yang banyak dan sebagainya.
Prinsip BODOL membuktikan bahwa utang adalah salah satu alat yang hebat. Nah, di dunia ini banyak alat hebat yang bisa membantu anda meraih sukses. Kita mengenal bola lampu yang ditemukan oleh Thomas Alfa Edison. Setelah melalui 10.000 kali kegagalan, Pak Edison berhasil ’menerangi’ dunia ini. Bola lampu membuat revolusi di dunia. Ia alat yang hebat.
Bola lampu adalah salah satu contoh. Contoh lain ada mesin cetak, motor, mobil, telepon, pesawat terbang, kapal laut, mikroskop, energi atom, lensa, komputer, internet dan sebagainya. Semua alat-alat ini membuat hidup manusia lebih mudah dan lebih nyaman.
Tapi itu semua hanya alat. Manusia di belakang alat itu lah yang menentukan apakah alat hebat itu bisa membangun atau menghancurkan. Pesawat terbang contohnya. Dengan pesawat terbang, anda bisa berpindah tempat di bumi ini dengan cepat, dibanding alat-alat lain. Ketika pesawat terbang digunakan untuk transportasi massal, maka ia bermanfaat besar.
Tapi ketika pesawat terbang digunakan untuk mesin perang, maka kehancuran yang terjadi. Pada perang dunia pertama dan kedua, pesawat terbang berperan sangat besar untuk menghancurkan lawan. Bom atom yang diledakkan Amerika di Nagasaki dan Hiroshima Jepang pada 1945, diangkut menggunakan pesawat terbang. Akibat bom atom itu, terjadi perusakan luar biasa di Jepang.
Sama juga dengan internet misalnya. Dengan alat ini, anda bisa berkomunikasi dengan lebih murah, cepat dan mudah. Tapi, internet juga bisa sangat merusak ketika banyak virus ’dilepas’ ke jaringan. Banyak komputer yang rusak, data hilang, dan sebagainya. Atau ketika internet itu dipenuhi situs-situs porno. Wah, dia benar-benar buruk dan merusak.
Demikian pula halnya dengan utang. Utang adalah akses keuangan yang cepat. Dibandingkan menabung, maka utang bisa menyediakan uang dengan lebih cepat. Kecepatan memperoleh uang ini adalah keunggulan utang.
Misalnya anda seorang karyawan yang ingin berbisnis kecil-kecilan. Modalnya Rp. 5 juta. Anda sebenarnya bisa menabung dari gaji anda sebesar Rp. 500 ribu per bulan. Nah, dengan menabung berarti anda harus menunggu sampai 10 bulan dulu agar uang Rp. 5 juta itu ada di tangan anda.
Bagaimana dengan utang? Dibutuhkan berapa lama untuk mendapatkan Rp. 5 juta? Mungkin tidak sampai satu bulan. Anda bisa menghubungi lembaga keuangan mikro untuk mendapatkan modal tersebut. Setiap bulan anda bayar utang itu dengan mencicil. Nah, karena uang Rp. 5 juta itu digunakan untuk bisnis, maka anda bisa mencicil utang itu bukan dari gaji anda, tapi dari hasil bisnis anda.
Anda mungkin bertanya: ”Oke lah utang itu lebih cepat, tapi resikonya kan juga lebih besar?” Yap, anda relatif benar. Mengapa relatif benar? Karena utang itu akan menimbulkan resiko besar, bila anda tidak siap. Tapi, bila anda siap, resiko itu jadi mengecil.
Berbisnis dengan modal dari utang akan beresiko besar bila anda belum tahu apa-apa tentang bisnis itu. Atau anda percayakan saja bisnis itu ke orang lain yang juga belum berpengalaman. Atau anda berbisnis di bidang yang sudah ditinggalkan orang lain. Atau lagi, anda berbisnis di bidang yang melawan pesaing yang sudah besar.
Tapi, resiko bisnis itu menjadi mengecil bila anda sudah berpengalaman di bisnis itu atau bekerja sama dengan orang yang sudah berpengalaman. Modal bisnisnya bukan semua dari anda, tapi ada juga dari orang lain. Atau anda membeli waralaba bisnis yang sudah terbukti kehandalan sistemnya. Nah, banyak kan cara untuk mengecilkan resiko bisnis. Bila demikian yang anda lakukan, maka anda berutang pun untuk dapat modal bisnis, kemungkinan anda untuk sukses menjadi lebih besar.
3. Utang adalah salah satu sumber kekayaan.
Siapa orang paling kaya yang anda tahu di Indonesia ini? Darimana beliau (orang kaya tersebut) memperoleh kekayaannya? Kerja keras? Pasti. Orangnya jujur terpercaya? Pasti. Beliau sangat kompeten? Pasti juga.
Hal-hal yang disebutkan di atas adalah fondasi bagi siapapun untuk meraih kekayaan. Tapi, apakah semua orang kaya itu benar-benar kaya? Belum tentu. Ada banyak orang kaya yang tidak benar-benar kaya. Kekayaannya bisa saja banyak, tapi cenderung tetap. Pertambahannya kecil.
Nah saudara, anda boleh percaya boleh tidak. Orang-orang yang benar-benar kaya adalah orang-orang yang mempunyai fondasi kekayaan tersebut, dan mereka menggunakan utang sebagai salah satu sumber kekayaannya. Orang kaya yang tidak menggunakan utang, maka kekayaannya sangat mungkin terbatas. Tapi orang kaya yang juga menggunakan utang, maka kekayaannya bisa bertambah dengan cepat.
Kenapa?
Karena ketika anda hanya mengandalkan kemampuan uang anda sendiri, maka anda akan terbentur oleh keterbatasan uang anda. Tapi, ketika anda menggunakan utang, maka batas jumlah uang anda itu menjadi tidak ada. Bila anda berbisnis, maka modal anda bisa dikatakan tidak berbatas bila menggunakan utang. Hasilnya? Ya,... juga tidak berbatas.
Inilah kunci orang-orang yang benar-benar kaya. Mereka gunakan utang sebagai alat meraih kekayaan. Mereka atasi ketakutan akan utang itu dengan perhitungan yang akurat dan kemampuan yang terasah. Mereka berani mencobanya. Pada kenyataannya, mereka juga gagal koq menggunakan alat ini. Tapi kegagalan itu lah yang justru menajamkan perhitungan mereka dan membesarkan keberanian mereka. Keseimbangan antara kebesaran keberanian dan ketajaman perhitungan akan utang ini lah yang membuka pintu kekayaan luar biasa.
Apakah anda sudah siap untuk jadi orang yang benar-benar kaya? Gunakan uang anda untuk itu. Dan gunakan juga utang!
4. Utang, dekatilah...
Saudara, anda sudah tahu sekarang tiga file baik tentang utang. Utang itu baik-baik saja, alat yang hebat dan sumber kekayaan. Karena itu, dekati lah utang saudara.
Anda, saya yakin, senang berdekatan dengan hal-hal atau orang-orang yang baik dan hebat, kan? Nah, tiga file baik sebelumnya telah membuktikan bahwa utang memenuhi kriteria baik dan hebat ini, kan? Karena itu, mulailah dekati utang.
Pada prakteknya, mulailah tidak alergi dengan lembaga-lembaga keuangan seperti bank. Bahkan, bukan hanya tidak alergi, tapi anda mulai senang dengan fungsi bank yang lain, yaitu memberi utang. Inilah sebenarnya fungsi bank yang lebih hebat dari memberikan keamanan pada uang anda yang anda simpan disana. Bank adalah sumber uang. Utang adalah jalannya.
Pada bab-bab berikutnya, anda akan dipandu untuk menggunakan kekuatan bank dalam memberikan utang ini untuk kesuksesan anda. Bukan hanya kesuksesan bank semata.
Pada prakteknya lagi, ternyata sumber utang itu bukan hanya bank, tapi juga orang-orang di sekitar anda. Orang-orang di sekitar anda kan punya uang, sedikit atau sebanyak apapun. Nah, itu berarti anda bisa gunakan uang tersebut melalui jalan sah dan halal yang namanya utang.
Anda boleh percaya atau tidak, orang-orang di sekitar anda sebenarnya sangat senang bisa memberi utang pada anda. Toh, anda teman mereka. Mereka tahu anda orang baik. Tentu, asal tujuan dan cara anda berutang adalah benar dan baik. Iya, kan?
5. Utang harus dikembalikan.
Ini pola pikir tentang utang yang sangat penting. Tanpa pola pikir ini, sebaiknya anda jangan pernah berutang. Bukannya kekayaan dan kesuksesan yang akan anda raih, tapi justru kecelakaan dan mungkin penjara. Itu bila anda berutang.
Bagaimana bila orang lain yang berutang?
Sama saja. Utang itu pun harus dikembalikan pada anda. Jadi, baik anda yang berutang atau orang lain yang berutang pada anda, maka utang itu harus dikembalikan. Inilah pola pikir dan prinsip sangat penting bila anda ingin kaya dari utang. Utang itu harus dikembalikan.
Bagaimana bila utang anda justru tidak ditagih oleh yang punya uang? Sama saja. Anda harus kembalikan.
Bagaimana bila utang anda justru dihadiahkan oleh yang punya uang? Saran saya: Tolak. Jangan mau. Katakan terima kasih padanya, lalu tolak. Anda mampu mengembalikan utang itu koq. Kenapa harus dihadiahkan? Dengan menolak, anda tetap mempertahankan nilai baik di mata semua orang. Tentu saja, dalam kasus ini, anda harus juga melihat kondisi anda. Bila kondisi anda memang sedang sangat susah, maka tidak apa-apa juga anda menerima hadiah itu. Tapi tetap dengan satu syarat. Bila anda lalu memiliki kemampuan, maka anda akan juga menghadiahi orang tersebut. Tidak mesti dalam bentuk uang. Bisa dalam bentuk hadiah barang. Dengan begitu, anda dan dia sudah sama-sama berbuat baik.
Bagaimana bila orang lain yang berutang pada anda. Lihatlah kemampuannya. Bila ia berada dalam keadaan susah, maka silakan menghadiahkan utang tersebut padanya. Semuanya atau sebagian. Dan yakinlah, tindakan anda tersebut adalah perbuatan mulia dan akan dibalas dengan balasan yang lebih baik lagi.
Terus terang saja, kalau tentang utang, banyak orang yang pola pikirnya justru berbeda. ”Pengennya dapat utang, tapi nggak mau atau malas mengembalikan”. Wah, dengan pola pikir begini, anda tidak akan pernah kaya dari utang.
Alasan penting kenapa utang harus dikembalikan adalah kepercayaan. Bila anda tidak atau telat mengembalikan utang, maka kepercayaan orang lain pada anda akan menurun dan akhirnya rusak. Ini kondisi yang sangat buruk. Bila orang-orang lain sudah tidak percaya pada anda, maka jalan anda menuju sukses makin kecil, terjal dan lebih banyak rintangannya. Awal dari kesuksesan anda adalah kepercayaan orang lain pada anda.
Sayangnya, banyak orang yang sudah ’gila’. Mereka menukar kepercayaan dengan uang. Sayang sekali. Padahal bila kepercayaan sudah ternoda, uang sebanyak apapun akan susah menggantinya.
Tekanan hidup di jaman sekarang ternyata bisa membuat orang menjadi ’gila’. Uang telah menjadi hal yang sangat penting. Sampai bisa lebih penting dari kepercayaan, keluarga, agama, gelar, ilmu, rasa malu, nilai-nilai luhur kemanusiaan dan sebagainya. Bila sudah begini, para orang ’gila’ ini bisa melakukan apa saja demi uang. Meski dengan resiko yang luar biasa besarnya.
Banyak kasus tentang utang di Indonesia yang bisa kita jadikan pelajaran. Ada pengusaha pertanian yang membuat program investasi yang nggak rasional. Bisa memberikan keuntungan sampai 30% per bulan dari modal.
Pada bulan-bulan pertama program itu berjalan lancar. Para investor benar-benar mendapatkan keuntungan sebesar 30% dari modal yang ditanamnya. Mereka pun berinvestasi lagi. Terus begitu. Sampai pada akhirnya, bisnis pertanian itu pun terbuka topengnya. Ternyata, bisnis itu hanya omong kosong. Lahan pertanian yang dikelola tidak seluas yang dipromosikan. Jelas hasilnya pun tidak memadai dibanding investasi yang didapat.
Keuntungan 30% dari modal dibayarkan dari dana investasi yang baru. Seperti gali lobang tutup lobang. Hanya saja lobang yang digali makin besar dari bulan ke bulan. Dan terbongkarlah topeng itu. Masyarakat tahu kebohongan bisnis itu. Dana investasi itu jadi utang yang harus dikembalikan. Ketika kemampuan bayarnya tidak ada, sang pemilik bisnis pertanian fiktif itu pun jadi buronan. Lalu diproses pengadilan dan menginaplah ia di hotel prodeo. Masyarakat yang kena tipu ternyata banyak sekali. Koq bisa ya?
Saudara, itulah lima pola pikir tentang utang yang bisa membuat anda menjadi kaya. Gantilah file-file buruk tentang utang di benak anda dengan lima file baik tersebut. Bila ini sudah anda lakukan, berarti anda sudah siap menggunakan utang sebagai alat meraih kekayaan. Langkah selanjutnya, anda harus mengetahui dan menguasai keterampilan mengelola utang ini.

Pencerahan yang ia alami adalah tentang shalat. Untuknya dulu, shalat adalah aktivitas jeda di tengah kesibukan bekerja. Sekarang berubah menjadi: ”Kerja adalah aktivitas selingan untuk menunggu shalat”.
Perubahan yang dilakukan sang pengusaha ini ternyata berhasil membuat bisnisnya meningkat lagi. Ia bahkan merubah sistem bisnisnya sesuai prinsip baru tersebut. Bisnisnya bisa kembali maju seperti semula.
Itulah isi ringkas dari ceramah Pak Hasan. Cerita tentang sang pengusaha itu menyentak hati saya. Saya dan semua jamaah shalat zuhur langsung berniat dan bertekad untuk juga membuat perubahan yang sama.
Nah saudara, itulah hebatnya pikiran. Ia menjadi awal dari tindakan yang bisa membuat perubahan menuju pada kesuksesan. Karenanya, gunakanlah pikiran anda untuk mendukung anda, bukan untuk mensabotase kesuksesan diri anda sendiri.
Dalam kaitannya dengan topik: ”Kaya dari berutang”, maka diperlukan beberapa pola pikir yang yang mendasarinya. Dengan pola pikir ini, maka kondisi kaya dari utang menjadi mungkin.
Penolakan pada pola pikir ini akan menjauhkan anda menggunakan utang sebagai alat menuju kaya. Anda akan menghindari utang. Langkah-langkah yang diterangkan berikutnya mungkin menjadi tak berarti. Itulah sebabnya, kenapa bagian ini menjadi bagian mendasar yang sangat penting.
Bagian kaya sejati memberikan gambaran pada anda tentang tujuan yang ingin diraih. Dari sana lah semuanya berasal. Setelah tujuan jelas, maka anda harus mempersiapkan diri. Inilah fungsinya bagian menjadi achiever. Dengan menjadi achiever berarti anda telah siap untuk melangkah menuju tujuan kaya sejati. Nah, sekarang saatnya anda memilih alat. Apakah anda mau gunakan mobil, motor, sepeda, kereta, pesawat terbang, kapal laut, atau hanya jalan kaki?
Naik pesawat terbang bisa lebih cepat menghantar anda ke tujuan. Tapi bila anda belum terbiasa menggunakan pesawat terbang, tentu tidak mudah juga. Apalagi bila di benak anda tersimpan file-file buruk tentang pesawat terbang. Misalnya tiketnya mahal, bahaya karena pesawat terbang bisa jatuh, ada tetangga yang meninggal karena kecelakan pesawat terbang, dan sebagainya.
Nah, untuk memutuskan menggunakan pesawat terbang, anda tentu saja harus mengganti file-file buruk di benak anda itu. Ganti lah file buruk itu dengan file baik. Misalnya, menggunakan pesawat terbang itu lebih nyaman, cepat, relatif aman dibanding yang alat transportasi lain, lebih bergengsi, terjamin asuransi, dan sebagainya.
Sama juga dengan utang. Untuk menggunakan utang sebagai alat meraih kualitas kaya sejati, maka anda harus mengganti file buruk di benak anda tentang untang dengan file baik. Dengannya, anda akan semangat melakukannya. Berbagai rintangan, hambatan dan masalah yang kemudian terjadi akan anda hadapi dengan lapang dada, kreatif dan fokus.
Lalu, apa saja file-file baik yang harus mengganti file-file buruk di benak anda. Bila menyangkut utang, maka ada lima file baik yang anda butuhkan bila anda ingin menggunakan utang. Berikut kelima file baik tersebut.
1. Utang itu baik-baik saja.
Berutang adalah hal yang baik-baik saja. Utang itu tidak buruk. Ia tergantung kepada orangnya. Utang bisa buruk di tangan orang yang lemah dan salah. Tapi utang bisa baik dan memperbaiki di tangan orang yang kuat dan benar. Itulah sebabnya, bila anda mau kaya dari utang, anda harus mempunyai kualitas achiever. Para achiever adalah orang-orang yang kuat dan teguh memegang kebenaran.
Suatu ketika, saya baca buku Pak Quraish Shihab. Judulnya Lentera Hati. Salah satu bab dalam buku itu menerangkan adanya kesamaan antara agama (dalam bahasa Arab istilahnya : Din) dengan utang (dalam bahasa Arab istilahnya: dain).
Akar kata agama dan utang ternyata sama. Pak Quraish menyimpulkan bahwa bila anda beragama dengan benar, maka hal itu sama saja seperti anda membayar utang pada Allah SWT. Apakah anda merasa berutang pada Allah karena telah memberikan banyak nikmat untuk anda?
Terus terang saja, uraian Pak Quraish mengagetkan saya. Hal itu adalah pencerahan baru untuk saya. Salah satu motivasi saya menulis buku ini adalah uraian tersebut. Selama ini di benak saya pun tersimpan file: ”Utang itu buruk”. Dengan begitu saya berusaha sekuat tenaga menghindarinya. Sekarang, file itu telah berganti menjadi: ”Utang itu baik-baik saja”.
Dengan yakin bahwa utang adalah hal yang baik-baik saja, maka anda sedang membuka pintu peluang menggunakan utang dengan sebuah rencana yang baik. Iya, kan? Mungkinkah anda membuat rencana yang baik akan sesuatu yang menurut anda buruk? Bagi anda yang masih manusia normal, nggak mungkin, kan?
Misalnya korupsi. Korupsi adalah sesuatu yang buruk. Apakah ada orang yang merencanakan korupsi dengan sangat baik sehingga tidak pernah terungkap? Banyak. Siapa mereka? Tentu saja mereka orang-orang yang jahat. Hanya orang jahat yang merencanakan keburukan dengan sangat baik dan rapi. Pernahkah anda korupsi? Bila pernah, bertaubatlah segera.
2. Utang adalah alat yang hebat.
Pernahkah anda mendengar istilah BODOL? Istilah ini kepanjangannya adalah Berani Optimis Duit Orang Lain. Istilah BODOL sering dilekatkan pada orang yang mau wirausaha tetapi nggak punya modal. Modal mereka adalah keberanian dan optimismenya saja.
Banyak orang yang sukses dengan prinsip BODOL ini. Tentu, pada prakteknya bukan hanya berani dan optimis saja modalnya, tapi juga didukung hal-hal lain, seperti kompetensi, komunikasi yang bagus, relasi yang banyak dan sebagainya.
Prinsip BODOL membuktikan bahwa utang adalah salah satu alat yang hebat. Nah, di dunia ini banyak alat hebat yang bisa membantu anda meraih sukses. Kita mengenal bola lampu yang ditemukan oleh Thomas Alfa Edison. Setelah melalui 10.000 kali kegagalan, Pak Edison berhasil ’menerangi’ dunia ini. Bola lampu membuat revolusi di dunia. Ia alat yang hebat.
Bola lampu adalah salah satu contoh. Contoh lain ada mesin cetak, motor, mobil, telepon, pesawat terbang, kapal laut, mikroskop, energi atom, lensa, komputer, internet dan sebagainya. Semua alat-alat ini membuat hidup manusia lebih mudah dan lebih nyaman.
Tapi itu semua hanya alat. Manusia di belakang alat itu lah yang menentukan apakah alat hebat itu bisa membangun atau menghancurkan. Pesawat terbang contohnya. Dengan pesawat terbang, anda bisa berpindah tempat di bumi ini dengan cepat, dibanding alat-alat lain. Ketika pesawat terbang digunakan untuk transportasi massal, maka ia bermanfaat besar.
Tapi ketika pesawat terbang digunakan untuk mesin perang, maka kehancuran yang terjadi. Pada perang dunia pertama dan kedua, pesawat terbang berperan sangat besar untuk menghancurkan lawan. Bom atom yang diledakkan Amerika di Nagasaki dan Hiroshima Jepang pada 1945, diangkut menggunakan pesawat terbang. Akibat bom atom itu, terjadi perusakan luar biasa di Jepang.
Sama juga dengan internet misalnya. Dengan alat ini, anda bisa berkomunikasi dengan lebih murah, cepat dan mudah. Tapi, internet juga bisa sangat merusak ketika banyak virus ’dilepas’ ke jaringan. Banyak komputer yang rusak, data hilang, dan sebagainya. Atau ketika internet itu dipenuhi situs-situs porno. Wah, dia benar-benar buruk dan merusak.
Demikian pula halnya dengan utang. Utang adalah akses keuangan yang cepat. Dibandingkan menabung, maka utang bisa menyediakan uang dengan lebih cepat. Kecepatan memperoleh uang ini adalah keunggulan utang.
Misalnya anda seorang karyawan yang ingin berbisnis kecil-kecilan. Modalnya Rp. 5 juta. Anda sebenarnya bisa menabung dari gaji anda sebesar Rp. 500 ribu per bulan. Nah, dengan menabung berarti anda harus menunggu sampai 10 bulan dulu agar uang Rp. 5 juta itu ada di tangan anda.
Bagaimana dengan utang? Dibutuhkan berapa lama untuk mendapatkan Rp. 5 juta? Mungkin tidak sampai satu bulan. Anda bisa menghubungi lembaga keuangan mikro untuk mendapatkan modal tersebut. Setiap bulan anda bayar utang itu dengan mencicil. Nah, karena uang Rp. 5 juta itu digunakan untuk bisnis, maka anda bisa mencicil utang itu bukan dari gaji anda, tapi dari hasil bisnis anda.
Anda mungkin bertanya: ”Oke lah utang itu lebih cepat, tapi resikonya kan juga lebih besar?” Yap, anda relatif benar. Mengapa relatif benar? Karena utang itu akan menimbulkan resiko besar, bila anda tidak siap. Tapi, bila anda siap, resiko itu jadi mengecil.
Berbisnis dengan modal dari utang akan beresiko besar bila anda belum tahu apa-apa tentang bisnis itu. Atau anda percayakan saja bisnis itu ke orang lain yang juga belum berpengalaman. Atau anda berbisnis di bidang yang sudah ditinggalkan orang lain. Atau lagi, anda berbisnis di bidang yang melawan pesaing yang sudah besar.
Tapi, resiko bisnis itu menjadi mengecil bila anda sudah berpengalaman di bisnis itu atau bekerja sama dengan orang yang sudah berpengalaman. Modal bisnisnya bukan semua dari anda, tapi ada juga dari orang lain. Atau anda membeli waralaba bisnis yang sudah terbukti kehandalan sistemnya. Nah, banyak kan cara untuk mengecilkan resiko bisnis. Bila demikian yang anda lakukan, maka anda berutang pun untuk dapat modal bisnis, kemungkinan anda untuk sukses menjadi lebih besar.
3. Utang adalah salah satu sumber kekayaan.
Siapa orang paling kaya yang anda tahu di Indonesia ini? Darimana beliau (orang kaya tersebut) memperoleh kekayaannya? Kerja keras? Pasti. Orangnya jujur terpercaya? Pasti. Beliau sangat kompeten? Pasti juga.
Hal-hal yang disebutkan di atas adalah fondasi bagi siapapun untuk meraih kekayaan. Tapi, apakah semua orang kaya itu benar-benar kaya? Belum tentu. Ada banyak orang kaya yang tidak benar-benar kaya. Kekayaannya bisa saja banyak, tapi cenderung tetap. Pertambahannya kecil.
Nah saudara, anda boleh percaya boleh tidak. Orang-orang yang benar-benar kaya adalah orang-orang yang mempunyai fondasi kekayaan tersebut, dan mereka menggunakan utang sebagai salah satu sumber kekayaannya. Orang kaya yang tidak menggunakan utang, maka kekayaannya sangat mungkin terbatas. Tapi orang kaya yang juga menggunakan utang, maka kekayaannya bisa bertambah dengan cepat.
Kenapa?
Karena ketika anda hanya mengandalkan kemampuan uang anda sendiri, maka anda akan terbentur oleh keterbatasan uang anda. Tapi, ketika anda menggunakan utang, maka batas jumlah uang anda itu menjadi tidak ada. Bila anda berbisnis, maka modal anda bisa dikatakan tidak berbatas bila menggunakan utang. Hasilnya? Ya,... juga tidak berbatas.
Inilah kunci orang-orang yang benar-benar kaya. Mereka gunakan utang sebagai alat meraih kekayaan. Mereka atasi ketakutan akan utang itu dengan perhitungan yang akurat dan kemampuan yang terasah. Mereka berani mencobanya. Pada kenyataannya, mereka juga gagal koq menggunakan alat ini. Tapi kegagalan itu lah yang justru menajamkan perhitungan mereka dan membesarkan keberanian mereka. Keseimbangan antara kebesaran keberanian dan ketajaman perhitungan akan utang ini lah yang membuka pintu kekayaan luar biasa.
Apakah anda sudah siap untuk jadi orang yang benar-benar kaya? Gunakan uang anda untuk itu. Dan gunakan juga utang!
4. Utang, dekatilah...
Saudara, anda sudah tahu sekarang tiga file baik tentang utang. Utang itu baik-baik saja, alat yang hebat dan sumber kekayaan. Karena itu, dekati lah utang saudara.
Anda, saya yakin, senang berdekatan dengan hal-hal atau orang-orang yang baik dan hebat, kan? Nah, tiga file baik sebelumnya telah membuktikan bahwa utang memenuhi kriteria baik dan hebat ini, kan? Karena itu, mulailah dekati utang.
Pada prakteknya, mulailah tidak alergi dengan lembaga-lembaga keuangan seperti bank. Bahkan, bukan hanya tidak alergi, tapi anda mulai senang dengan fungsi bank yang lain, yaitu memberi utang. Inilah sebenarnya fungsi bank yang lebih hebat dari memberikan keamanan pada uang anda yang anda simpan disana. Bank adalah sumber uang. Utang adalah jalannya.
Pada bab-bab berikutnya, anda akan dipandu untuk menggunakan kekuatan bank dalam memberikan utang ini untuk kesuksesan anda. Bukan hanya kesuksesan bank semata.
Pada prakteknya lagi, ternyata sumber utang itu bukan hanya bank, tapi juga orang-orang di sekitar anda. Orang-orang di sekitar anda kan punya uang, sedikit atau sebanyak apapun. Nah, itu berarti anda bisa gunakan uang tersebut melalui jalan sah dan halal yang namanya utang.
Anda boleh percaya atau tidak, orang-orang di sekitar anda sebenarnya sangat senang bisa memberi utang pada anda. Toh, anda teman mereka. Mereka tahu anda orang baik. Tentu, asal tujuan dan cara anda berutang adalah benar dan baik. Iya, kan?
5. Utang harus dikembalikan.
Ini pola pikir tentang utang yang sangat penting. Tanpa pola pikir ini, sebaiknya anda jangan pernah berutang. Bukannya kekayaan dan kesuksesan yang akan anda raih, tapi justru kecelakaan dan mungkin penjara. Itu bila anda berutang.
Bagaimana bila orang lain yang berutang?
Sama saja. Utang itu pun harus dikembalikan pada anda. Jadi, baik anda yang berutang atau orang lain yang berutang pada anda, maka utang itu harus dikembalikan. Inilah pola pikir dan prinsip sangat penting bila anda ingin kaya dari utang. Utang itu harus dikembalikan.
Bagaimana bila utang anda justru tidak ditagih oleh yang punya uang? Sama saja. Anda harus kembalikan.
Bagaimana bila utang anda justru dihadiahkan oleh yang punya uang? Saran saya: Tolak. Jangan mau. Katakan terima kasih padanya, lalu tolak. Anda mampu mengembalikan utang itu koq. Kenapa harus dihadiahkan? Dengan menolak, anda tetap mempertahankan nilai baik di mata semua orang. Tentu saja, dalam kasus ini, anda harus juga melihat kondisi anda. Bila kondisi anda memang sedang sangat susah, maka tidak apa-apa juga anda menerima hadiah itu. Tapi tetap dengan satu syarat. Bila anda lalu memiliki kemampuan, maka anda akan juga menghadiahi orang tersebut. Tidak mesti dalam bentuk uang. Bisa dalam bentuk hadiah barang. Dengan begitu, anda dan dia sudah sama-sama berbuat baik.
Bagaimana bila orang lain yang berutang pada anda. Lihatlah kemampuannya. Bila ia berada dalam keadaan susah, maka silakan menghadiahkan utang tersebut padanya. Semuanya atau sebagian. Dan yakinlah, tindakan anda tersebut adalah perbuatan mulia dan akan dibalas dengan balasan yang lebih baik lagi.
Terus terang saja, kalau tentang utang, banyak orang yang pola pikirnya justru berbeda. ”Pengennya dapat utang, tapi nggak mau atau malas mengembalikan”. Wah, dengan pola pikir begini, anda tidak akan pernah kaya dari utang.
Alasan penting kenapa utang harus dikembalikan adalah kepercayaan. Bila anda tidak atau telat mengembalikan utang, maka kepercayaan orang lain pada anda akan menurun dan akhirnya rusak. Ini kondisi yang sangat buruk. Bila orang-orang lain sudah tidak percaya pada anda, maka jalan anda menuju sukses makin kecil, terjal dan lebih banyak rintangannya. Awal dari kesuksesan anda adalah kepercayaan orang lain pada anda.
Sayangnya, banyak orang yang sudah ’gila’. Mereka menukar kepercayaan dengan uang. Sayang sekali. Padahal bila kepercayaan sudah ternoda, uang sebanyak apapun akan susah menggantinya.
Tekanan hidup di jaman sekarang ternyata bisa membuat orang menjadi ’gila’. Uang telah menjadi hal yang sangat penting. Sampai bisa lebih penting dari kepercayaan, keluarga, agama, gelar, ilmu, rasa malu, nilai-nilai luhur kemanusiaan dan sebagainya. Bila sudah begini, para orang ’gila’ ini bisa melakukan apa saja demi uang. Meski dengan resiko yang luar biasa besarnya.
Banyak kasus tentang utang di Indonesia yang bisa kita jadikan pelajaran. Ada pengusaha pertanian yang membuat program investasi yang nggak rasional. Bisa memberikan keuntungan sampai 30% per bulan dari modal.
Pada bulan-bulan pertama program itu berjalan lancar. Para investor benar-benar mendapatkan keuntungan sebesar 30% dari modal yang ditanamnya. Mereka pun berinvestasi lagi. Terus begitu. Sampai pada akhirnya, bisnis pertanian itu pun terbuka topengnya. Ternyata, bisnis itu hanya omong kosong. Lahan pertanian yang dikelola tidak seluas yang dipromosikan. Jelas hasilnya pun tidak memadai dibanding investasi yang didapat.
Keuntungan 30% dari modal dibayarkan dari dana investasi yang baru. Seperti gali lobang tutup lobang. Hanya saja lobang yang digali makin besar dari bulan ke bulan. Dan terbongkarlah topeng itu. Masyarakat tahu kebohongan bisnis itu. Dana investasi itu jadi utang yang harus dikembalikan. Ketika kemampuan bayarnya tidak ada, sang pemilik bisnis pertanian fiktif itu pun jadi buronan. Lalu diproses pengadilan dan menginaplah ia di hotel prodeo. Masyarakat yang kena tipu ternyata banyak sekali. Koq bisa ya?
Saudara, itulah lima pola pikir tentang utang yang bisa membuat anda menjadi kaya. Gantilah file-file buruk tentang utang di benak anda dengan lima file baik tersebut. Bila ini sudah anda lakukan, berarti anda sudah siap menggunakan utang sebagai alat meraih kekayaan. Langkah selanjutnya, anda harus mengetahui dan menguasai keterampilan mengelola utang ini.

Spread The Word
54 Responses to "5 Pola Pikir tentang Utang yang Membuat Kaya" 
|
said this on 01 Apr 2008 2:47:16 AM EST
Terkadang utang juga bisa memberikan kekuatan. Semua tergantug tipe orang, ada yang bikin stress juga akhirnya malah tidak bisa melakukan apapun.
|
|
said this on 31 May 2008 9:48:10 AM EST
Dengan artikel ini merubah pola pikir saya tentang utang
|
|
said this on 02 Jun 2008 1:34:41 AM EST
tapi masih ada yang menjadi keraguan saya.... bagaimana dengan riba? kalau kita harus berhutang ke bank?
|
|
said this on 08 Jul 2008 8:42:01 PM EST
Membaca ini saya sedikit terbuka mengenai hutang selama ini menghindari berutang kecuali sangat terpaksa ( walaupun sekarang saya masih punya hutang dg teman dan bank ) tapi intinya selama ini saya berpikir Hindari Hutang karena membikin anda tidak bisa tidur nyenyak. mungkin lain kali Pak Lee bisa sedikit menjelaskan bagaimana cara membeli property tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. OK trima kasih
|
|
said this on 09 Jul 2008 2:11:47 AM EST
Prinsip yang cukup menarik dan perlu dicoba, akan tetapi sebelum mencoba kita atur dulu prinsip itu agar tidak keliru dalam menerapkan prinsip BODOL diatas, akan tetapi jadikan utang itu sebagai motivasi kerja yang baik jangan malah gara-gara kebanyakan utang malah jadi mumet sendiri. Dan jangan lupa sebelum berutang berdo'a dan minta ijin dulu sama allah swt, agar jika telat membayar utang dapat remisi dosa :)
|
|
said this on 26 Jul 2008 2:31:53 AM EST
Subhanllah...Allahuakbar..2 jempol untuk Pak Lee, bahasanya recah & membuka inspirasi..
|
|
said this on 30 Jul 2008 10:03:09 PM EST
SubhanaAllah terimakasih massupardi lee yang baik dan hebat, artikel - artikel dari mas supardilee menjadi inspirasi saya untuk selalu menjadi lebih baik.
|
|
said this on 21 Aug 2008 12:58:48 AM EST
artikel yg sgt menarik&luarbiasa bermanfaat. bpk supardilee&kawan-kawan,Teruslah menginspirasi kami khususnya di kendari. you are really inspiring people. thx for all
|
|
said this on 08 Oct 2008 1:29:20 AM EST
saya punya hutang, tapi saya tidak punya jaminan apapun. saya hanya punya badan dan pakaian. saya dibuang dari keluarga karna masalah ini.. saya tidak boleh kembali kerumah sebelum massalah ini selesai. tolonglah saya.. apa jalan dan solusinya mendapatkan PINJAMAN TANPA JAMINAN. sedangkan saya ingin sekali membuka usaha pabrik Roti dan Prasmanan. tolonglah saya lepas dari jeratan utang ini. saya butuh orang yang mau melihat dan membantu keadaan saya yang sedang dalam kesulitan. saya tergolong orang miskin. HANYA DALAM KENDALA JAMINAN SAYA TIDAK MENDAPATKAN MODAL PINJAMAN
|
|
said this on 15 Feb 2009 9:46:10 PM EST
sebenarnya pola pikir kita harus mandiri dulu(tdk mau bergantung pada orang lain) baru siap berutang. Ingat, Allah memberi manusia kekuatan akal lebih dari mahluk yang lain.Inilah yang seharusnya kita gunakan sebagai alat untuk menjemput rezeki yang telah Allah berikan pada kita.
Selalu bersyukur atas nikmatNYA, akan membuka pintu rezeki lainnya. Coba dengan bisnis yang mudah yang bisa kita lakukan dengan keahlian kita. Selamat mencoba . Hub Pandu di 02199724608.Salam Sukses...
|
|
said this on 27 Jul 2010 11:33:31 AM EST
jika anda sudah pahami artikel diatas mengenai utang, seharusnya anda tau bahwa modal utama / jaminan untuk berhasil dalam bisnis adalah KEPERCAYAAN.Sehingga dengan modal itupun anda bisa kaya raya.Kalau diawal usaha anda belum dapat pinjaman, maka bekerjalah pada orang lain/jadi kuli dulu merupakan langkah awal terbaik untuk membina kepercayaan pada Bos. setelah dapat kepercayaan, mulailah meminjam dalam jumlah kecil yang HARUS DIKEMBALIKAB TEPAT WAKTU/BAHKAN LEBIH CEPAT DARI WAKTU YANG DIJANJIKAN.Dijamin, keberuntungan akan menyertai anda seiring menumpuknya kepercayaan orang lain pada anda. Selamat menumpuk Kepercayaan!
|
|
said this on 23 Oct 2008 10:35:05 PM EST
thanks 4 mr. lee
It's the great articles. tulisan yang benar-benar bisa merubah pola pikir saya tentang hutang.
|
|
said this on 01 Nov 2008 10:46:58 AM EST
thanks...... thanks..... thanks..... 4 uncle.lee. artkl ini mmbwt sy smkn smngt ber-utang, hehehe.........
|
|
said this on 21 Dec 2008 8:07:17 AM EST
bang!!! salut artikelnya!!! dulu saya juga punya pikiran utang tuh haram!!! heheheheh membuka wawasan tentang utang nih bang!! salute !!!!!
|
|
said this on 24 Dec 2008 1:58:26 AM EST
luar biasa dahsyat, untuk rekan rekan kita berbagi pe3ngalaman dan diskusi di. www.anaszulham.blogspot.com
|
|
said this on 30 Dec 2008 1:49:21 AM EST
thanks a lot Pak Supardi, sy hr ini benar2 mrasa terinspirasi skali sejak tadi pagi sewaktu dgr suara Bpk d Trijaya..Artikel Bpk membuka pola pikir sy lebih terbuka, lebih luas dan dari sisi yg beda..
|
|
said this on 30 Dec 2008 1:53:37 AM EST
thank's a lot Pak Supardi Lee, sy hr ini merasa sangat terinspirasi sekali sejak tadi pagi sewaktu mendengar suara Bpk d Trijaya. Artikel2 Bpk membuat pola pikir sy mjd lbh terbuka, lbh luas dan melihat dari sisi yg beda..
|
|
said this on 23 Jan 2009 4:27:31 AM EST
Saya Ong budi dari KlubAmsal.com. Wawasan yang diberikan membuka pikiran saya mengenai hutang. Dalam doa Bapa Kami, dikatakan: "Ampuni utang kami seperti kami mengampuni orang yang berhutang kepada kami". Kesimpulannya adalah memang utang & memberi utang bukan dosa. Tapi masalahnya ada di hati orang yang menjalaninya. Berhutang tapi tidak mau bayar jelas itu salah. Memberi pinjaman kepada orang lain juga tidak salah. Masalah hutang ternyata ada dalam motivasi yang tersembunyi dalam hati.
|
|
said this on 01 Mar 2009 7:20:37 PM EST
Trimakasih Pak Supardi Lee.
Dengan membaca materi ini semakin meningkatkan motivasi saya untuk mengembangkan bisnis yang sudah saya jalani dan tidak perlu takut untuk berhutang.
|
|
said this on 21 Mar 2009 9:25:08 AM EST
utang bikin saya pusing karena kebutuhan sehari hari banyak,semoga dengan artikel bapak saya bisa tidak stress lagi tapi bisa tetap enjoy dlm jalani hidup saya
|
|
said this on 24 Mar 2009 5:30:19 AM EST
kalau saya pikir berani utang berani bayar maka sukses pasti
datang.ng..ng...
|
|
said this on 04 Apr 2009 11:08:13 AM EST
Boleh saja menggunakan utang, tapi Jangan Pernah menggunakan Utang untuk tujuan Konsumtif, untuk usaha selalu gunakan manajemen resiko...
Salam, www.putramas.co.cc
|
|
said this on 27 May 2009 3:22:18 PM EST
tetep aja gw OGAH berutang. itu cuman kata2 pemanis doang yang bikin kita terlena.
|
|
said this on 27 May 2009 3:24:51 PM EST
tetep aja gw OGAH berutang. itu cuman kata2 pemanis doang yang bikin kita terlena
|
|
said this on 21 Jun 2009 7:35:53 AM EST
emang sih ada benernya juga apa yang dikatakan penulis.tapi menurutku utang itu lebih besar resikonya.tapi bagi pembaca yang budiman jangan takut untuk brutang jika kamu yakin denagan yang kamu lakukan.kalo emang bisa memberi untung yang bagus kenapa tidak dicoba.
|
|
said this on 13 Jul 2009 8:06:02 AM EST
tapi mas, perlu tahu juga, berhutang itu makruh jika merujuk pada hadist nabi... apa hadistnya silakan dicari tahu...
yang saya tidak tahu apakah hukumnya mengajak ramai2 orang berhutang...
|
|
said this on 20 Aug 2009 9:58:10 AM EST
ayo....sapa yg mo ngutangin saya...
|
|
said this on 22 Sep 2009 10:57:25 PM EST
saya seetuju cara pak pandu, saya boleh tukar pikiran kita tentang way of life pak.. nanti saya hubungi ya pak..memang harus mandiri dulu, jungkir balik sampai tahu apa itu mandiri dalam ikhtiar dan berpikir bertanggungjawab terhadap apa yang kita kuasai..jangan pakai duit orang kalau duit sendiri saja dipakai secara serampangan pingin memenuhi semua yang kita inginkan, apalagi bersenang-senang, kurang malah utang, bantu orang kekurangan mikirnya sampai mumet, buat pesta dan berjalan-jalan mudik berpamer ria juga berbelanja ria, bermotor ria sampai ngutang dulu atau tidak bayar utang yang jatuh tempo..walah walah uang sudah mengganti Tuhan : "Uanghuakbar"..silahkan berpikir ulang bila kita masih begini hidupnya ya jangan ngutang dulu bro..jadilah penanbung yang hebat, pembelajar yang hebat, dan pengalir kekayaan yang hebat..selamat merenung dab berdzikir.. YaRahman Ya Rahim Yaa Allah Ya Robbi..Ya Fatah Ya Rozaq..pungsulaksono@gmail.com
|
|
said this on 25 Sep 2009 4:06:49 AM EST
bagaimana dengan bunga-nya?
|
|
said this on 28 Oct 2009 4:20:09 AM EST
Kalau saya lebih baik tidak berhutang, karena orang cenderung enak dapat duitnya, malas atau pura-pura lupa untuk membayarnya (walaupun punya). Bukankah kalau kita hutang, berarti memakai uang kita di masa depan untuk keperluan kita sekarang. Kalaupun harus hutang perlu dipikirkan, apakah memang hutang itu perlu, penting, mendesak?
|
|
said this on 24 Dec 2009 5:26:08 AM EST
selama ini saya juga menerapkan pola yang tetera di atas dan kayaknya saya harus meningkatkan jumlah hutang saya lebih banyak sebab saya beranggapan semakinbesar hutang saya semakin besar tingkat kepercayaan pihak lain terhadap saya dan otomatis membuat saya lebih percaya diri. Ayo teman - teman kita manfaatkan anugrah tuhan yang telah kita terima....
|
|
said this on 07 Jan 2010 7:22:39 AM EST
wah terima kasih sekali neh bos...sangat membua pikiran saya tentang hal ini...jujur ,pada awalnya prinsip saya tentang hutang sama dengan yang anda jelaskan..dengan penjelasan di atas memberikan kemantapan dan percaya diri neh,,,terima kasih...terima kasih
|
|
said this on 25 Jan 2010 11:36:56 PM EST
Memang bagus pola pikirna..
Tapi carilah relasi bisnis dan peluang usaha dulu yang mantap!
Jangan terlalu optimis!
|
|
said this on 08 Feb 2010 8:20:10 PM EST
Jadi teruka wawasan saya tentang hutang, karena pikiran saya tentang hutang selalu negatif. Setelah membaca ini saya menjadi lebih paham.
|
|
said this on 09 Feb 2010 12:47:48 PM EST
setujuuu........hutang bisa buat kaya raya.......aku dah praktek dari nol,,,,,tp sekarang aku jg di ambang kehancuran karena uangku di hutang relasi g di kembalikan,,,,bagaimana caranya Pak?????agar bisa keluar dari situasi ini,.....trims
|
|
said this on 19 Mar 2010 4:01:30 AM EST
terima kasih artikelnya sangat membantu sekali tapi menurut saya utang bukan cara yang terbaik masih ada cara yang lebih baik lagi contohnya dengan menabung, cara lain yang timbul dari diri sendrir karena usaha itu tk bagus kalau modalnya dari hutang..
|
|
said this on 05 Apr 2010 6:01:46 AM EST
Bagus sangat inspiratif
|
|
said this on 20 Apr 2010 5:47:55 AM EST
memang dgn utang kita bs mendapat modal lebih cepat tp mesti diperhitungkan kemampuan utk membayar,jgn sampai utang justru menenggelamkan harapan utk lebih maju dlm berbisnis
|
|
said this on 04 Dec 2010 10:09:34 PM EST
Saya sangat tertolong dengan berhutang. Sekarang lebih senang membantu saudara yang perlu berhutang.
|
|
said this on 05 Dec 2010 2:58:22 AM EST
berarti, utangpun bisa jadi kebaikan klo kita bisa berfikir dan bersikap positif...sangat inspiratif!
|
|
said this on 08 Jan 2011 11:33:17 AM EST
Ide tentang pemanfaatan utang ini sangat bagus dan inspiratif, tapi dibutuhkan keberanian dan perencanaan yang matang untuk menerapkannya.
|
|
said this on 10 Jan 2011 12:53:59 PM EST
Mengetahui tujuan hidup kita terlebih dahulu dengan jelas, kemudian membekali diri dengan berbagai keterampilan yang di butuhkan dalam proses pencapain tujuan hidup yang diinginkan. Sekarang tinggal pilih jalur mana yang akan dipilih untuk di lalui dalam usaha pencapaian tujuan hidup tersebut. Jika tujuan hidup kita menginginkan kekayaan yang melimpah dengan lebih cepat maka berfikirlah secepat mungkin untuk mendapatkan sumber daya yang lain untuk melengkapi kekurangan sumber daya keuangan yang kita butuhkan. Sejauh dilandasi dengan niat yang baik dan pemahaman tentang utang dengan berbagai resiko ekonomi yang di timbulkan maka utang adalah salah satu jalur cepat yang patut di coba dalam usaha mempercepat pencapaian tujuan hidup tersebut. Dengan syarat pengenalan jenis usaha serta pengalokasian dana yang tepat niscaya sipeminjam tidak akan di pusingkan dengan pengembalian utang di masa yang akan datang. Lebih nikmat lagi bilamana tujuan hidup tadi tercapai dan bisa menjadi alat berbagi berkat dengan orang lain hasil dari pengelolaan utang yang tepat dan meberikan hasil sesuai dengan tujuan awal.
Salam SUKSESSSSS....
|
|
said this on 18 Mar 2011 1:59:32 PM EST
kehebatan utang memang luar biasa, tetapi banyak dari hutang itu sendiri jebakan yang sangat luar biasa, scam pemanfaatan nya
tuk membangun kepercayaan hutang mulailah dari keluarga yang tanpa bunga, selagi berkembang hasilnya baru tingkatkan hutang bank tanpa jebakan bunga yang luar biasa. semua jadi ter ukur melalui hasil dan kemapanan mental dan kepercayaan nya. ingat tanpa pengalaman berhutang lubang didepan mata menganga. apa anda sudah siap.....................?
pengalaman usaha saya aku mulai dari hutang da. da jamur....
|
|
said this on 10 May 2011 4:05:11 AM EST
semua tergantung bagaimana kita mnyikapi pola pikir yang ada.bisa saja suatu kebaikan berakhir buruk, karena pola pikir yang mensugesti pikiran tentang keragu-raguan atau pun keburukan.
ketika manusia kehilangan sebuah rasa yakin kepada kuasa-Nya.maka sesungguhnya ia sudah kehilangan kuasa-Nya.
:)
|
|
said this on 07 Jul 2011 2:08:16 PM EST
utang sangat membantu asal bisa dipertanggung jawabkan bro...
|
|
said this on 22 Jul 2011 11:49:10 PM EST
terima kasih ya.......artikel yg sangat baik asekali........
|
|
said this on 05 Sep 2011 12:07:15 PM EST
I already did it, hidup dari utang dan kaya dari utang. Ini perlu dipraktekkan apalagi untuk kita-kita yang berstatus sebagai karyawan yg memiliki fixed income.
|
|
said this on 15 Sep 2011 7:17:17 AM EST
ARTIKEL INI SANGAT BERBAHAYA UNTUK SAYA KOMSUMSI. menurut saya, jika ingin mencari uang, jangan menjadi pegawai, tapi jadilah pengusaha. yang kedua, untuk menjadi pengusaha jangan pernah berhutang, tapi kembangkanlah semua potensi yang ada. hutang seperti arak, ada manfaatnya namun lebih banyak keburukannya. dari sekian banyak keburukan hutang adalah, bila sang penghutang mati maka ia tidak akan langsung masuk surga sebelum hutangnya dilunasi. keburukan yang lain adalah, bila punya hutang siang malu bertemu dengan orang yang dihutangi dan malam tidak nyenyak tidur memikirkan hutang. jika ingin jadi pengusaha maka kita harus menjauhi hutang dan menggali potensi yang ada kemudian dikembangkan semaksimal mungkin.
|
|
said this on 01 Oct 2011 12:15:20 AM EST
JANGAN BERUTANG klo utk konsumtif, boleh utang asal utk bisnis, itupun utk bisnis yg sdh jalan, mapan. jangan pake utang utk mmulai bisnis.
www.uripwid.blogspot
www.tarbiyah-online.com
|
|
said this on 06 Oct 2011 10:55:15 PM EST
betul mas saya setuju bahwa hutang itu untuk orang yang berani dan mempunyai rencana yang matang kalau soal resiko itu mah salah satu syarat untuk menjadi pengusaha kalau tidak mau ambil resiko jangan jadi pengusaha dan jangan berutang..gitu aja kok repot..,,
|
|
said this on 06 Dec 2011 7:28:04 PM EST
jika ingin berutang didalam bisnis anda saya pikir, kita haus mempunyai rencana yang matang, keuntungan yang sudah diperhitungkan sebelunya, jika ditdak utang nanti bisa membunuh kita, tanks infonya sanat menarik sekali bagi saya
|


Author)

