- Home
- Manajemen Diri
- Apakah Kita Perlu Belajar dari Kegagalan?
Apakah Kita Perlu Belajar dari Kegagalan?
- By Al Falaq Arsendatama
- Published 3/05/11
- Manajemen Diri
-
Rating:




Al Falaq Arsendatama
Al Falaq Arsendatama bekerja sebagai personal & executive coach yang membantu individu dan korporasi untuk memberdayakan potensi & kekuatan yang dimilikinya sebagai tool dalam pencapaian tujuan.
Ia juga director dan founder dari Coaching Indonesia http://www.coachingindonesia.com serta True Life Institute.
Melihat kegagalan dari konteks pencapaian
Apa yang dimaksud dengan kegagalan dan apakah kita perlu mempelajarinya untuk mencapai sukses?
Menarik untuk disimak, kegagalan bisa diartikan berbeda oleh banyak orang. Satu pandangan mengatakan kegagalan adalah ketidakmampuan mencapai apa yang diinginkan. Sementara ada juga yang menganggap kegagalan terjadi akibat terlalu memaksakan diri melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan yang ada atau istilahnya “nafsu besar tenaga kurang”.
Lantas pertanyaannya, apakah kita perlu mempelajari kegagalan?
Kalau kita bercermin pada perusahaan-perusahaan dan tokoh-tokoh besar dunia, mempelajari kegagalan hanya berguna dalam konteks pencapaian sukses.
Dalam hal ini, kegagalan memberikan pengetahuan tentang apa yang kita luput lakukan di masa lalu dan bagaimana kita sebaiknya melakukannya di masa depan agar sukses tercapai.
Eksperimen hari ini:
1. Pilih satu hal yang ingin Anda tampilkan berbeda?
Misalnya: bagaimana tindakan saya bisa memberikan dampak positif bagi orang-orang?
2. Ambil contoh tiga orang yang Anda anggap mewakili “role model yang sukses” di area ini
Misalnya: Nelson Mandela, Soekarno, Ayah Anda sendiri.
3. Sikap apa yang kira-kira mereka sama-sama miliki? Adakah kesamaan karakter dan strategi mereka?
Misalnya: mereka punya keyakinan diri, mereka mau mengambil risiko, mereka menyayangi orang-orang disekitarnya.
4. Sekarang ambil satu orang yang Anda anggap gagal di area ini
Misalnya: Hitler
5. Apa yang sama antara orang ini dengan ketiga orang yang sukses?
Misalnya: barangkali dia juga punya keyakinan diri, juga mau mengambil risiko (meskipun dijalan yang merugikan)
6. Apa perbedaannya?
Misalnya: Dia mengajarkan kebencian, memposisikan dirinya diatas orang lain.
7. Sekarang kembali ke role model yang sukses. Jika Anda ingin seperti mereka, apa yang bisa Anda lakukan yang berbeda dengan contoh yang gagal?
Misalnya: mengajarkan kasih sayang, memperlakukan orang lain setara, berani mengambil risiko tanpa merugikan orang lain.
Selamat bereksperimen dan salam sukses!
Spread The Word
5 Responses to "Apakah Kita Perlu Belajar dari Kegagalan?" 
|
said this on 10 May 2011 4:15:27 AM EST
kegagalan itu seperti candu.
yang membuat setiap pelakunya menginginkan, dan menginginkan lagi untuk terus mencoba.dan batasan cobaan itu sebenarnya adalah nol.
kegagalan mengasah pola pikir manusia untuk dapat berpikir kritis dan analisis terhadap diri sendiri.sehingga membangun kepribadian diri yang mampu mnghadapi beragam tantangan.
permasalahannya adalah bagaimana kita dapat mengubah mainset kita dari hal yang negatif menjadi positif.
|
|
said this on 19 Oct 2011 8:41:29 AM EST
kegagalan dalam hidup ini adlah hal yng biasa,,mungkin tuhan sedang menguji kita.di situlah kita harus terus berusaha dan terus mencoba,,bukan tuk di sesali yang akan membuat kita down dan takut akan mencoba.
sesungguhnya mencoba itu baik dengan hal yang baik pula.
bertindaklah.
|
|
said this on 23 Nov 2011 11:41:47 PM EST
terima kasih atas penulisan artikel/informasi ini, semoga bermamfaat bagi kita semua,,, sukses milik semua orang, jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, salam....
|
|
said this on 15 Dec 2011 5:16:41 AM EST
kegagalan adalah jalan untuk menuju ke distinasi kejayaan tiada jalan yang mudah untuk berjaya. seorang perdana menteri sekali pun melalui kegagal dan sesukaran sebelum menujuk kejayaan. kesukaran, kegagalan, kejayaan adalah adik beradik yang tidak boleh di pisahkan.
|
|
said this on 04 Feb 2012 2:45:45 PM EST
Buat saya kegagalan adalah sebuah jalan menuju yang terbaik. Gagal dan sukses sudah diatur oleh Yang Kuasa. Kalau hari ini rencana kita gagal, mungkin Tuhan lebih tahu bahwa kegagalan tersebut adalah yang terbaik. Yang salah adalah berhenti melangkah setelah kegagalan.
|


Author)

