Menyambung tulisan saya di blog mengenai Pengembangan Diri: Dimulai darimana? disini saya ingin membahas pengetahuan tentang siapa diri kita yang pada dasarnya merupakan awal dari segala hal yang berhubungan dengan pengembangan diri.

Kita sebagai individu sering mengkaitkan identitas diri dengan segala hal yang kita punya: pekerjaan, keluarga, hobi, dll. Ketika seseorang bertanya, "Siapa Anda?", biasanya Anda cenderung menjawab, "Saya manajer di perusahaan A" atau "Saya suami si anu".

Pernahkan Anda berpikir bahwa jawaban seperti itu cenderung mendorong Anda ke kotak yang sempit? Ini karena Anda menghubungkan siapa Anda dengan jabatan atau status Anda. Padahal semua itu hanya bersifat sementara yang satu hari pasti akan musnah.

Nah, kalau Anda ingin mengembangkan diri, Anda sebaiknya mulai bertanya dengan jujur siapa diri Anda sebenarnya diluar segala hal yang sifatnya sementara.

Diri Anda yang sesungguhnya adalah sesuatu yang tidak pernah pudar dan selalu berkembang. Diri Anda tidak terwakili oleh sekedar pekerjaan, status, uang, dsb. Ketika Anda menyadari hal ini Anda akan terbebas dari belenggu keterbatasan dan pada saat yang sama membuka ruang seluas-luasnya untuk belajar dan tumbuh.

Mengapa banyak orang gagal padahal mereka punya uang dan berpendidikan tinggi? Jawaban singkatnya adalah meskipun uang dan pendidikan adalah hal penting tetapi itu semua bukan faktor yang menentukan sebuah keberhasilan. Sebaliknya kesadaran diri bahwa Anda adalah individu tak terbatas dan selalu berkembang bisa mengundang uang, pendidikan dan dukungan dari orang-orang disekitar Anda sebagai pembuka jalan menuju keberhasilan.

Banyak kisah orang sukses yang dimulai hanya dengan sebuah tekad. Mereka mampu melewati rintangan yang menghadang. Jatuh dan bangkit kembali sampai akhirnya menemukan jalan menuju keberhasilan.

Tentunya keberhasilan tidak bisa dicapai dalam satu malam. Tetapi dengan kesadaran bahwa Anda adalah individu tak terbatas, selalu berkembang, dan terbebas dari penjara identitas akan menumbuhkan konsistensi dalam mengembangkan diri sehingga suatu hari Anda bisa berkata, "Saya bangga dengan keberhasilan saya".