Al Falaq Arsendatama
Al Falaq Arsendatama bekerja sebagai personal & executive coach yang membantu individu dan korporasi untuk memberdayakan potensi & kekuatan yang dimilikinya sebagai tool dalam pencapaian tujuan.
Ia juga director dan founder dari Coaching Indonesia http://www.coachingindonesia.com serta True Life Institute.
Peta Dasar Pengembangan Diri (1): Siapa Anda?
- By Al Falaq Arsendatama
- Published 7/10/08
Menyambung tulisan saya di blog mengenai Pengembangan Diri: Dimulai darimana? disini saya ingin membahas pengetahuan tentang siapa diri kita yang pada dasarnya merupakan awal dari segala hal yang berhubungan dengan pengembangan diri.
Kita sebagai individu sering mengkaitkan identitas diri dengan segala hal yang kita punya: pekerjaan, keluarga, hobi, dll. Ketika seseorang bertanya, "Siapa Anda?", biasanya Anda cenderung menjawab, "Saya manajer di perusahaan A" atau "Saya suami si anu".
Pernahkan Anda berpikir bahwa jawaban seperti itu cenderung mendorong Anda ke kotak yang sempit? Ini karena Anda menghubungkan siapa Anda dengan jabatan atau status Anda. Padahal semua itu hanya bersifat sementara yang satu hari pasti akan musnah.
Nah, kalau Anda ingin mengembangkan diri, Anda sebaiknya mulai bertanya dengan jujur siapa diri Anda sebenarnya diluar segala hal yang sifatnya sementara.
Diri Anda yang sesungguhnya adalah sesuatu yang tidak pernah pudar dan selalu berkembang. Diri Anda tidak terwakili oleh sekedar pekerjaan, status, uang, dsb. Ketika Anda menyadari hal ini Anda akan terbebas dari belenggu keterbatasan dan pada saat yang sama membuka ruang seluas-luasnya untuk belajar dan tumbuh.
Mengapa banyak orang gagal padahal mereka punya uang dan berpendidikan tinggi? Jawaban singkatnya adalah meskipun uang dan pendidikan adalah hal penting tetapi itu semua bukan faktor yang menentukan sebuah keberhasilan. Sebaliknya kesadaran diri bahwa Anda adalah individu tak terbatas dan selalu berkembang bisa mengundang uang, pendidikan dan dukungan dari orang-orang disekitar Anda sebagai pembuka jalan menuju keberhasilan.
Banyak kisah orang sukses yang dimulai hanya dengan sebuah tekad. Mereka mampu melewati rintangan yang menghadang. Jatuh dan bangkit kembali sampai akhirnya menemukan jalan menuju keberhasilan.
Tentunya keberhasilan tidak bisa dicapai dalam satu malam. Tetapi dengan kesadaran bahwa Anda adalah individu tak terbatas, selalu berkembang, dan terbebas dari penjara identitas akan menumbuhkan konsistensi dalam mengembangkan diri sehingga suatu hari Anda bisa berkata, "Saya bangga dengan keberhasilan saya".
Kita sebagai individu sering mengkaitkan identitas diri dengan segala hal yang kita punya: pekerjaan, keluarga, hobi, dll. Ketika seseorang bertanya, "Siapa Anda?", biasanya Anda cenderung menjawab, "Saya manajer di perusahaan A" atau "Saya suami si anu".
Pernahkan Anda berpikir bahwa jawaban seperti itu cenderung mendorong Anda ke kotak yang sempit? Ini karena Anda menghubungkan siapa Anda dengan jabatan atau status Anda. Padahal semua itu hanya bersifat sementara yang satu hari pasti akan musnah.
Nah, kalau Anda ingin mengembangkan diri, Anda sebaiknya mulai bertanya dengan jujur siapa diri Anda sebenarnya diluar segala hal yang sifatnya sementara.
Diri Anda yang sesungguhnya adalah sesuatu yang tidak pernah pudar dan selalu berkembang. Diri Anda tidak terwakili oleh sekedar pekerjaan, status, uang, dsb. Ketika Anda menyadari hal ini Anda akan terbebas dari belenggu keterbatasan dan pada saat yang sama membuka ruang seluas-luasnya untuk belajar dan tumbuh.
Mengapa banyak orang gagal padahal mereka punya uang dan berpendidikan tinggi? Jawaban singkatnya adalah meskipun uang dan pendidikan adalah hal penting tetapi itu semua bukan faktor yang menentukan sebuah keberhasilan. Sebaliknya kesadaran diri bahwa Anda adalah individu tak terbatas dan selalu berkembang bisa mengundang uang, pendidikan dan dukungan dari orang-orang disekitar Anda sebagai pembuka jalan menuju keberhasilan.
Banyak kisah orang sukses yang dimulai hanya dengan sebuah tekad. Mereka mampu melewati rintangan yang menghadang. Jatuh dan bangkit kembali sampai akhirnya menemukan jalan menuju keberhasilan.
Tentunya keberhasilan tidak bisa dicapai dalam satu malam. Tetapi dengan kesadaran bahwa Anda adalah individu tak terbatas, selalu berkembang, dan terbebas dari penjara identitas akan menumbuhkan konsistensi dalam mengembangkan diri sehingga suatu hari Anda bisa berkata, "Saya bangga dengan keberhasilan saya".
Spread The Word
14 Responses to "Peta Dasar Pengembangan Diri (1): Siapa Anda?" 
|
said this on 21 Oct 2008 6:03:05 AM EST
Salam kenal pak Al Falaq. Saya baru saja baca artikel Anda sebelumnya tentang: "Pengembangan diri dimuali dari mana?" lalu ke artikel ini. Artikel ini baru "sedikit" menjawab siapa diri kita. Jika bapak katakan bahwa "kita adalah individu yang tak terbatas, selalu berkembang, dan terbebas dari penjara identitas". Apakah jawaban ini berlaku untuk setiap orang, artinya ketika kita bertanya siapa sesungguhnya diri kita maka itulah jawabannya?
Ditunggu pak jawaban atas dua pertanyaan lainnya.
Saya doakan kesuksesan dan kebahagiaan untuk bapak sekeluarga, dan apa pun yang membuat bapak dan keluarga menjadi sukses dan bahagia, dunia akhirat. Amin
|
|
said this on 21 Oct 2008 11:33:04 PM EST
Salam kenal juga Pak Diaz. Tentunya jawaban bahwa kita adalah individu yang tak terbatas berlaku untuk semua orang. Artinya dalam kondisi hidup apapun kita selalu bisa menciptakan kesempatan untuk berkembang. Ironisnya, satu-satunya hal yang menghambat perkembangan diri adalah diri kita sendiri karena kita lebih mempercayai apa kata orang dan cenderung takut sebelum bertindak. Bahkan ilmu pengetahuan modern (fisika kuantum) membuktikan bahwa manusia sebetulnya memiliki kemampuan untuk menciptakan realitas apapun yang dia inginkan. Tentunya butuh waktu dan kepercayaan diri yang tinggi untuk menyadari itu semua. Kuncinya adalah terus berusaha tanpa pernah merasa gagal. Karena kegagalan sesungguhnya adalah hasil dari usaha Anda yang belum mencapai target.
|
|
said this on 28 Oct 2008 8:36:57 PM EST
Saya sangat setuju dan sepakat dengan apa yang Pak Falaq bahasakan. Memang manusia itu tidak bisa dilabel dan dikaitkan dengan apapun yang ada pada kita baik itu jabatan, harta, pendidikan, dlsb. Karena itu semua hanya sebagian kecil dari diri kita. Karena manusia itu makhluk yang luar biasa dan amat kompleks untuk hanya didefenisikan dengan satu predikat saja. Kita sebenarnya lebih besar dari apa yang kita pikirkan dan apa yang kita yakini. Karena manusia itu adalah MAHAKARYA Tuhan yang maha hebat. Oleh karenanya potensi yg luar biasa dahsyat tsb jangan dikerdilkan dengan pikiran yg kerdil sehingga kita akhirnya menjadi 'kerdil'. Salut untuk Pak Falaq. Btw, boleh tukeran link Pak?
http://arifgenius01.wordpress.com
|
|
said this on 03 Jun 2009 9:44:01 PM EST
Sangatlah sulit untuk mengenal diri kita, karena sesungguhnya kita sendiri tidak pernah menyelami dan ingin tahu siapa kita, bagaimana kita dan darimana kita. Itulah makanya hal yang terpenting dalam kehidupan kita adalah mengenal diri kita dan mampu menguasai diri kita sehingga kita mampu mengembangkan segala potensi yang kita miliki. Yang menjadi masalah adalah tidaklah mudah untuk melakukan itu semua. Perlu suatu reformasi diri yang dilakukan secara bertahap sehingga mampu merubah sikap negatif yang selalu tertanam dalam diri kita menjadi hal yang positif. Contoh bagaimana seorang Thomas Alfa Edison yang selalu berusaha walaupun ratusan kali dia gagal, akhirnya dia berhasil. inilah sebenarnya hakekat hidup yaitu terus berusaha karena Alloh berfirman bahwa Alloh tak akan merubah nasib suatu kaum jika mereka sendiri yang tidak merubahnya. Dalam pandangan ini jelas etos kerja dan keikhlasan akhirnya akan membawa kita sedikitnya mengenal siapa diri kita
|
|
said this on 14 Jul 2009 3:20:21 AM EST
Hal yang sulit adalah memperkenalkan diri kita. Saya bisa mengatakan saya seorang yang suka belajar. Itu tidak berhubungan dengan posisi kan? Mengenal diri kita sendiri menjadi permasalah utama.
Thanks atas tulisannya. Alangkah lebih baiknya jika lebih lengkap lagi.
|
|
said this on 17 Nov 2009 1:14:14 AM EST
kalau kita mampu mengenal siapa diri kita, pastinya kita pun tau mana yang terbaik untuk kita jalani dalama hidup. Dan kenapa seseorang itu mencoba melibatkan seseorang ke dalam kehidupan dia. Dalam arti orang yang kita baru kenal terkadang bahkan mungkin sering kita terkecoh dengan casing yang ada pada mereka dan dengan mudah kita membeberkan semua yang tengah kita alami dalam hidup. Itu artinya kita belu mengenal dan percaya terhadap diri kita sendiri bukan.
Butuh beberapa pengalaman yang pahit untuk menemukan siapa diri kita sebenarnya dan mampu mengerti keadaan orang lain sekitar kita sehingga kita mampu menolong dan memberikan dukungan untuk terus merasa percaya terhadapa diri mereka masing-masing. Dan tidak semua orang memiliki kebiasaan gemar membaca, jadi tak banyak pula yang mereka ketahui tentang pengenalan diri atau bahkan pengembangan diri dan bagaiman mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari.
|
|
said this on 24 Dec 2009 8:44:57 AM EST
luar biasa pak Al Falaq Arsendatama, saya ikut belajar tentang pengembangan diri ini lewat tulisan bapak? terus berkarya biar saya bisa bljar lewat karyanya bapak, mksh.
|
|
said this on 28 Dec 2009 11:49:18 PM EST
waw. betul-betul hebat. saya senang sekali bisa menemukan web pengembangan diri ini. betul2 cool dan inspiring. makasih pak! hehe.
|
|
said this on 24 Apr 2010 5:59:54 AM EST
Sangat senang dgn pembhasan ini. Trmahkasi pak al falag.
|
|
said this on 11 May 2010 10:49:24 PM EST
ok bener..sangat baik klo semua manusia indonesia melakukan ini indonesia pasti jdi bangsa yang jaya...semuanya...
|
|
said this on 11 May 2010 10:50:41 PM EST
ok banget...kemajuan buat org ind.kalo inisemua terlaksana
|
|
said this on 19 Dec 2010 11:29:07 PM EST
Barang Siapa Yang Tahu Dirinya Maka Dia Akan Tahu Tuhannya
|
|
said this on 22 Jun 2011 3:54:56 AM EST
owhh mengkonon tohh
|
|
said this on 22 Jun 2011 4:03:43 AM EST
langkah kaki tak lg gontai.....
telapak kaki penuh dgn krikil tajam
|

Author)

