Relationship



    Sweet Revenge

    Pernah kah anda disakiti padahal anda tak punya salah apa-apa?  Saya pernah.  Dan sakit sekali rasanya.  Waktu itu saya belum kenal dengan cinta tanpa syarat.  Memaafkan belum ada dalam kamus hidup saya.  Mendoakan?  Apa lagi!  Berbuat baik pada yang berbuat buruk pada kita?  Ah, nggak kepikiran sama sekali.  Maka saya punya dua pilihan.  Pasrah atau balas.  Maka pilihan kedua lah yang saya pilih : BALAS.  Dan rasanya enak sekali.  Balas dendam itu melegakan.

    Baik Pada Orang Lain

    Hatinya remuk.  Ia merasa ia telah melakukan segalanya.  Ia berusaha menjadi bos yang baik.  Maka ia penuhi kebutuhan staf-stafnya.   Para staf butuh meningkatkan kualitas diri.   Maka semua stafnya ia ikutkan sebuah pelatihan pengembangan diri. Pelatihan yang terkenal dan mahal.  Para staf butuh refreshing.  Maka ia ajak semua staf beserta keluarganya berlibur.

    Kuat Dihadapan Orang Lain

    Hatinya terperi.  Sakit sekali.  Ia merasa telah bekerja keras.  Terbukti dari hasil kerjanya.  Dari sekian sales person di perusahaannya, ia memperoleh penjualan dengan omset tertinggi.  Tapi, ia malah dimarahi atasannya.  Habis-habisan.  Di depan umum pula. Hatinya sakit sekali.  Tak kuasa ia menahan linangan air matanya.  Meleleh.  Menganak sungai.

    Curhat pada Tuhan, bisakah?

    Masalah terus berdatangan.  Bukan hanya masalah yang menyangkut pribadi kita, tapi juga masalah-masalah yang menyangkut orang-orang yang kita pedulikan, yang kita cintai.  Maka kita pun berhadapan dengan masalah yang luar biasa besarnya.  Mampukah kita menghadapinya?  Melakukan solusi dari masalah-masalah tersebut?  Tulisan-tulisan saya yang lalu membahas ini (Masalah, I Love You – Seberapa Besar Masalah Menekan Anda – Seberapa Cerdas Anda Menghadapi Masalah?).  Benang merahnya terletak pada terus meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi masalah.

    "Ayah Galak... Ayah Jahat..."

    Selama ini, ia juga kena pukul anaknya. Tapi sakitnya tidak sesakit kata-kata ”Ayah galak, ayah jahat” tadi. Seharian ia tidak bisa bekerja dengan baik. Kata-kata anaknya benar-benar menyentaknya. Tak terasa, matanya berkaca-kaca. Sang ayah menangis. Ia benar-benar menyesal telah memperlakukan anak kesayangannya demikian buruk.

    Topi Tuhan

    Ada sebuah fabel dari Afrika Barat yang menarik.... Alkisah pada suatu hari Tuhan berjalan-jalan di bumi menyamar sebagai seorang gelandangan tua dengan memakai sebuah topi berwarna. Ia memakai topi yang satu sisinya berwarna merah, sisi lain putih, depannya hijau dan di belakangnya hitam. Tuhan mendatangi sekelompok orang disebuah desa yang sedang bekerja dan memutuskan untuk bersenda gurau dengan mereka. Karena pembicaraan sangat menarik, semakin malam semakin banyak orang berdatangan mengerumuni Tuhan dan mendengarkan kisah-kisah menarik dariNYa.

    Senyum - Resep Anti Marah

    Amarah juga sumber perceraian.  Sebagian besar  pasangan suami istri yang bercerai dimulai dari amarah yang tak terkendali.  Dengan marah, masalah kecil akan jadi besar, dan masalah besar akan jadi bencana.  Kemesraan suami istri di awal pernikahan lenyap entah kemana karena dihilangkan oleh amarah yang menggunung.  Jadi, bila anda tidak ingin bercerai dengan suami / istri anda, jangan marah.  Kendalikan amarah anda.  Banyak-banyak lah tersenyum pada suami / istri anda.  Setelah tersenyum katakan lah : ”Aku sayang kamu”.  Ehm...

    1 KEMARAHAN membutuhkan 10 CINTA

    Satu kemarahan membutuhkan 10 kasih sayang.  Dan bisa juga dibalik.  10 kasih sayang bisa hilang oleh 1 kemarahan.  Sama seperti kemarau satu tahun yang tak berbekas lagi karena turun hujan seharian.  Karena ada fakta seperti ini, maka sebaiknya anda membiasakan diri untuk menjadi pribadi yang penuh kasih sayang.  Bagaimana dengan kemarahan anda?  Ya, kemarahan itu tetap ada dalam diri anda.  Sewaktu-waktu bisa muncul.  Tapi, saat waktunya tiba, anda bisa marah dengan cara yang baik.

    Individu dalam sebuah hubungan memiliki kecenderungan untuk membiarkan masalah berlalu dengan sendirinya. Saya bahkan harus mengakui bahwa terkadang saya pun memiliki kecenderungan tersebut. Perbedaannya mungkin terletak pada tingkat kecenderungan yang dimiliki. Beberapa memiliki tingkat kecenderungan yang lebih rendah dan banyak berusaha untuk secepatnya menghadapi masalah-masalah yang tertunda. Beberapa yang lain mungkin berada pada kondisi penyangkalan terus-menerus dan merasa tidak ada yang perlu untuk dihadapi.

    Secara alamiah, manusia mempunyai kecenderungan untuk mengikuti pola hidup yang sama tanpa ia sadari. Bayangkan saja ketika Anda pindah ke rumah baru, kemungkinan besar Anda akan meletakkan barang-barang diposisi yang sama dengan di rumah lama. Ini membuktikan betapa sulitnya mengubah kebiasaan atau pola hidup yang sudah kita lakukan bertahun-tahun. Hal yang sama terjadi dalam suatu relationship atau hubungan berpasangan. Suatu pola mulai terbentuk pada tahap perkencanan atau pernikahan.


    Follow us on Twitter and receive daily coaching tips
     

    Dapatkan e-Book terbaru
    Harga Spesial
    Diskon 20%
     
    Kode sukses pengembangan diri

    Join Us on Facebook
    Join fb