Spiritualitas



    (Page 1 of 2)   
    « Prev
      
    1
      2  Next »

    Gempa?! Syukurilah...

    "Barusan katanya ada gempa di Jakarta ya, Liz?!?!”. Vitri bertanya pada saya sekitar jam 5 kurang sore ini, 16 Oktober 2009. Heh? Oh ya… Jujur saya tidak merasakannya. Saya pun bercanda mengatakan mungkin karena bobot tubuh saya yang cukup berat jadi menancap erat dengan gravitasi bumi.

    Berbahagialah...Bersedihlah...

    Saudara, hidup manusia di dunia ini dibentuk oleh dualitas. Semuanya berpasangan. Siang – malam. Laki-laki – perempuan. Tua – muda. Baik – buruk. Kuat – lemah. Kaya – miskin. Sukses – gagal. Dan sebagainya. Menurut saya, semua dualitas ini adalah anugerah Yang Maha Kuasa.

    Hidup yang Terang dan Menerangi

    Lingkupi diri dengan ketakutan, dan hidup lah dalam keamanan Lingkupi diri dengan kekuatan, dan hiduplah dalam kebebasan Lingkupi diri dengan cinta, dan hiduplah dalam kebaikan. Lingkupi diri dengan cahaya, dan hiduplah dalam terang yang menerangi.

    Life is a Game

    Apa makna hidup ini untuk anda?  Macam-macam ya?  Mungkin anda memaknainya sebagai perjuangan, belajar, ibadah, dan sebagainya.  Semua itu tentu sah-sah saja.  Yang penting masih di dalam koridor kebaikan. Memaknai hidup secara definitif sangat penting bagi kita.  Dengannya kita akan menjalani hidup itu dengan kejelasan.  Tujuan yang jelas.  Arah yang jelas.  Aturan yang jelas.  Proses yang jelas.  Meski demikian, kita tidak akan kehilangan fleksibelitas, warna dan variasi dalam hidup.

    Ego vs Nurani

    Ego dan nurani memberikan akibat bila dituruti.  Menuruti ego membuat kita mendapat kenikmatan sesaat dan penderitaan jangka panjang.  Menuruti nurani membuat kita mendapat kenikmatan jangka panjang dan penderitaan sesaat.  Nurani menuntun kita agar bertindak cukup dan sesuai dengan kebutuhan.  Ego menuntun kita agar bertindak berlebihan dan memaksimalkan kenikmatan sesaat. Ego memberikan kenikmatan sesaat, penderitaan jangka panjang. Nurani memberikan penderitaan sesaat, kenikmatan jangka panjang. Mau pilih mana? Sangat terserah anda...


    Sudikah Anda untuk Memaafkan???

    Memang sangat sulit untuk memaafkan. Banyak dari kita yang mempunyai kendala dalam memaafkan perbuatan seseorang terhadap diri kita. Dikhianati, difitnah, dianiaya, dibohongi, dicaci, ditipu, dan sebagainya dan sebagainya merupakan alasan-alasan yang membuat kita sulit untuk memaafkan orang lain. Tetapi maukah Anda mulai sekarang memberi maaf? Walau bagaimanapun sakitnya, siapkah Anda memberi maaf?

    Kita sering mendengar orang mengatakan bahwa hidup kita adalah kenyataan yang kita ciptakan di pikiran. Benarkah? Emosi dan pikiran kita seperti roll film yang berputar 24 jam sehari menayangkan cerita yang kita buat sendiri. Kita sebagai sutradara, sekaligus pemeran utama, menciptakan kenyataan yang melibatkan orang-orang dan situasi di sekeliling kita. Lantas, apakah mungkin secara sadar kita mengubah sikap orang lain melalui pemikiran dan emosi kita?

    Ada pepatah klasik yang menyatakan bahwa anda sendirilah yang dapat merubah nasib anda masing-masing. Hampir semua dari kita ingin menjalani kehidupan yang lebih baik dan mendapatkan pengalaman hidup yang lebih baik. Hidup yang baik secara duniawi dan spiritual merupakan tujuan dari sebagian besar kita. Menjalani kehidupan yang bermakna, bertujuan, harmonis dan menguntungkan sesama, merupakan hal-hal tertinggi yang ingin kita laksanakan. Siapakah yang dapat merubah untuk mencapai kehidupan yang demikian?

    Dalam realitas kehidupan kita sehari-hari, banyak sekali sinyal atau petunjuk dari Tuhan yang Maha Kuasa terhadap diri kita masing-masing yang berguna untuk proses pengembangan diri . Petunjuk atau sinyal ini sering terlewatkan begitu saja oleh kita. Ada sebuah cerita menarik yang saya alami beberapa saat yang lalu. Cerita ini terjadi saat pertemuan dengan teman lama saya, kita sebut saja sebagai ibu Yanti, di disebuah restoran di mall dibilangan Jakarta Selatan. Pertemuan antara dua teman dan keluarganya yang telah sekian lama tidak bertemu tentu biasanya membawa banyak cerita. Mengenai kerjaan, anak-anak dan cerita mengenai teman-teman lama lainnya yang sudah jarang bertemu.

    Bersyukur mempercepat pertumbuhan dan sukses. Bahkan bekerja sekeras apapun tanpa dilengkapi dengan rasa syukur hanya akan membawa Anda ke perasaan kekurangan, stress, rendah diri, dll. Kita tidak bisa memiliki apa yang kita inginkan karena keinginan merupakan pernyataan kekurangan.
    Kita selalu memperoleh apa yang kita ciptakan karena pikiran kita kreatif dan kita mempunyai otoritas penuh untuk membuat realitas apapun yang kita pilih. Bersyukur diajarkan di hampir semua agama. Tapi sebetulnya apa sih bersyukur itu dan kekuatan apa yang ada didalamnya?

    (Page 1 of 2)   
    « Prev
      
    1
      2  Next »

    Subscribe to Pengembangan Diri Newsletter