Tutorial Pengendalian Diri / Self Control Untuk Hidup yang Lebih Baik

Tutorial Pengendalian Diri / Self Control - Pengendalian diri ialah sebuah kekuatan yang dipunyai seorang dalam mengontrol emosi yang ada di dianya.

Tutorial Pengendalian Diri / Self Control - Pengendalian diri ialah sebuah kekuatan yang dipunyai seorang dalam mengontrol emosi yang ada di dianya. Oleh karenanya, sangat penting dalam membuat pengendalian diri di kehidupan setiap hari sebagai wujud pengendalian perilaku yang tidak kita harapkan dan membuat arah yang ingin kita raih jadi lebih terukur. Berikut keterangan berkenaan apakah yang dimaksud dengan pengendalian diri dan aspek, faktor, dan cara mengontrolnya. Baca info dari motivator ini.

Tutorial Pengendalian Diri / Self Control
image: pexels.com

Pengertian dari pengendalian diri

Calhoun dan Acocella (1990) mendeskripsikan pengertian dari pengendalian diri atau self-control sebagai sebuah penataan proses dari fisik, psikis, atau perilaku seorang. Pengendalian diri bisa diambil kesimpulan sebagai sebuah rangkaian proses yang terjadi untuk membuat dirinya.

Dan menurut Goldfried dan Merbaum, pengendalian diri diartikan sebagai satu kekuatan untuk membuat, atur, menuntun, dan arahkan satu bentuk perilaku yang bisa jadikan pribadi jalan ke yang lebih positif. Menurut Mahoney dan Thoresen, makna dari pengendalian diri sebuah hubungan secara utuh yang sudah dilakukan pribadi pada lingkungan yang dipunyainya.

Dengan mempunyai kekuatan pengendalian diri yang tinggi, seorang pribadi bisa memerhatikan cara yang pas dalam berperangai di semua keadaan yang terjadi. Dalam Chaplin (2006), diterangkan jika pengendalian diri atau self kontrol sebuah kekuatan yang dipakai untuk menuntun perilaku diri sendiri, dan kekuatan yang dipakai untuk tekan atau merintangi munculnya perilaku yang stimulanif secara mendadak.

Messina dan Messina, mengatakan pengendalian diri sebagai seperangkatan perilaku yang mempunyai konsentrasi pada kesuksesan seorang untuk mengganti dianya, kesuksesan dalam mencegah kerusakan diri atau self-destructive, hati yang memberikan keyakinan jika kita dapat yang ada pada diri sendiri, hati untuk berdikari atau bebas dari semua dampak seseorang pada diri sendiri, mempunyai kebebasan pribadi untuk tentukan arah, kekuatan untuk pisahkan di antara hati yang ada dengan pertimbangan secara logis, dan perilaku yang fokus pada tanggung-jawab akan diri sendiri.

Berdasar beragam pengertian pengendalian diri atau self kontrol yang disampaikan beberapa pakar, bisa diambil kesimpulan jika pengendalian diri sebuah kekuatan yang dipunyai tiap pribadi untuk mempunyai kehendak atau kemauan dalam atur perilaku dirinya dan tekan atau menantang perilaku stimulanif yang bisa memberi imbas negatif, dan mengarahkannya pada resiko yang lebih bagus atau positif.

Aspek Pengendalian Diri

Berdasar ide Averill (dalam Sarafino, 1994), pengendalian diri terdiri jadi lima aspek. Averill sendiri menyebutkan pengendalian diri sebagai kontrol individual. Berikut tiga aspek pengendalian diri yang terbagi dalam kontrol perilaku atau behavioral kontrol, kontrol kognitif atau cognitive kontrol, mengontrol kepuasan atau decisional kontrol, Info kontrol diri atau informational kontrol, dan kontrol retrospektif atau retrospective kontrol.

1. Kontrol perilaku atau behavioral kontrol

Aspek yang pertama yakni, kontrol perilaku sebuah persiapan atau tersedianya sebuah tanggapan yang langsung bisa memengaruhi dan melakukan modifikasi satu kondisi yang sering tidak membahagiakan. Kekuatan dalam mengontrol perilaku ini sendiri menurut Averill bisa dipisah jadi dua elemen, yakni regulated administration dan stimulan modifiability.

Regulated Administration atau kekuatan untuk atur penerapan sebuah kekuatan yang dipunyai pribadi untuk tentukan siapa yang bisa mengendalikan sebuah kondisi, baik dirinya atau semua aspek yang berada di luar dianya.

Stimulan Modifiability atau kekuatan untuk atur stimulan sebagai kekuatan yang bisa dipakai untuk ketahui bagaimana dan kapan stimulan yang tidak diinginkan harus ditantang.

2. Kontrol kognitif atau cognitive kontrol

Aspek yang ke-2 yakni, kontrol kognitif sendiri sebuah kekuatan yang dipunyai seorang pribadi yang dipakai untuk mengurus info tidak diharapkan lewat beragam cara seperti, menafsirkan satu hal, memandang dan menyatukan satu kondisi yang terjadi ke sebuah rangka kognitif yang disebut satu bentuk penyesuaian psikis dengan arah buat kurangi penekanan. Kekuatan kognitif ini bisa dipisah jadi dua elemen menurut Averill, yakni mendapat sebuah info dan lakukan penilaian.

Dengan mendapat info tentang hal atau kondisi yang kurang membahagiakan, seorang pribadi bisa lakukan mengantisipasi kondisi itu dengan lakukan beragam hal sebagai pemikiran.

Dengan lakukan penilaian itu, mengisyaratkan seorang pribadi sedang usaha untuk menerjemahkan atau memandang satu kondisi dengan cara memerhatikan beragam sisi positif yang ada secara subyektif.

3. Mengontrol kepuasan atau behavioral kontrol

Aspek yang ke-3 yakni, kontrol keputusan sebuah kekuatan yang dipunyai pribadi saat menentukan satu perlakuan lewat beragam hal yang dianya yakin dan sepakati.

4. Kontrol informational atau informational kontrol

Aspek yang ke-4 yakni, kontrol informational sebuah kekuatan yang dipunyai pribadi untuk kurangi penekanan lewat tingkatkan kekuatan seorang untuk meramalkan dan menyiapkan apa yang hendak terjadi lewat kurangi perasaan takut yang kerap dipunyai oleh pribadi mengenai hal yang tidak bisa di sangka.

5. Kontrol retrospektif atau retrospective kontrol

Aspek yang ke-5 yakni, kontrol retrospektif sebuah kekuatan yang dipunyai pribadi untuk memberikan keyakinan mengenai apa dan siapa sebagai pemicu penekanan yang ada itu terjadi.

Beberapa faktor yang Memengaruhi Pengendalian Diri

Menurut Nur Ghufron dan Rini (2011:32), ada bermacam faktor yang bisa memengaruhi pengendalian diri terdiri jadi yakni, faktor intern dan external.

1. Faktor intern

Faktor pertama kali yang jadi dampak dari pengendalian diri ialah faktor intern. Faktor intern yang diartikan dalam masalah ini ada umur, di mana dengan bersamaan pertambahan usia seorang, karena itu makin baik juga orang itu dalam mengontrol dianya.

2. Faktor external

Faktor ke-2 sebagai dampak dari pengendalian diri ialah faktor external. Faktor external yang diartikan dalam masalah ini salah satunya ialah lingkungan keluarga. Yang diartikan dari lingkungan keluarga ialah orangtua, di mana sebagai seorang yang bisa tentukan keterdisiplinan pada anaknya.

Dengan orangtua mengaplikasikan keterdisiplinan sejak awal kali secara stabil dengan resiko yang riil, karena itu dengan demikian sikap stabil yang ditekuninya akan tertancap dalam diri anaknya hingga sanggup mengendalikan diri secara baik. Ada banyak faktor yang lain menjadi dampak dalam pengendalian diri atau kontrol diri, seperti berikut.

a. Tujuan spiritual

Faktor pertama kali yang bisa memengaruhi pengendalian diri ialah tujuan spiritual seorang. Menurut Bergin, tujuan spiritual sebagai faktor pengendalian diri mempunyai beragam resiko yang memiliki sifat positif terhitung faktor personalitas. Berikut sejumlah misalnya seperti kekhawatiran, kontrol diri, kepercayaan irrasional, stres sampai karakter personalitas yang lain. Tujuan spiritual sendiri berkorelasi secara positif dengan pengendalian diri.

b. Pola asuh orangtua

Faktor ke-2 yang bisa memengaruhi pengendalian diri ialah skema asuh orangtua. Di mana, karena ada sikap disiplin yang diaplikasikan orangtua sebagai satu poin utama karena bisa memberikan dan meningkatkan nilai kontrol diri pada seorang. Dengan demikian, seorang bisa bertanggung jawab semua perlakuan yang dibuatnya baik positif atau negatif.

c. Faktor kognitif

Faktor ke-3 yang bisa memengaruhi pengendalian diri ialah faktor kognitif. Ini karena kekuatan seorang dalam mengendalikan dirinya sering dikuasai beragam rencana untuk lakukan sebuah perlakuan akan suatu hal.sebuah hal.

Cara Mengendalikan Diri

1. Atur irama pernafasan

Cara pertama kali yang bisa dilaksanakan untuk mengendalikan diri ialah atur irama pernafasan. Menurut riset yang ada, supaya neurokimia bisa memutar kembali status kimia yang berada di otak jadi normal cuma memerlukan waktu 90 detik saja. Dengan mengatur irama pernafasan sebagai cara untuk mengendalikan emosi yang ada pada diri, kamu bisa istirahatkan pemikiran sesaat.

Triknya juga sangat gampang, kamu perlu untuk menarik napas yang dalam dan perlahan-lahan, selanjutnya rasakan kepuasan pada tiap embusan yang dikeluarkan saat sebelum meneruskan kegiatan sehari-harinya. Lakukan ini bisa menolong kamu untuk menjernihkan pemikiran dengan bentang saat yang singkat. Dengan atur irama pernafasan kamu telah masuk ke langkah pertama untuk mengendalikan diri lebih bagus.

2. Meredam kemarahan dan mengendalikan diri

Cara ke-2 yang bisa dilaksanakan untuk mengendalikan diri dengan meredam kemarahan. Saat kamu ada di keadaan di mana emosi kemarahan susah ditata, coba untuk selalu tenang dan coba meredam kemarahan yang keluar waktu itu.

Transisi invasi yang disebut transisi amarah yang tercipta karena ada eskalasi, eksplosi, dan pasca-eksplosi. Dengan mempunyai pengendalian diri, karena itu aggression cycle jadi tidak teratur dan tidak ada. Bila kamu bisa mengendalikan diri karena itu pemikiran kamu semakin lebih tenang dan bisa berpikiran lebih rasional.

3. Mengontrol tingkat kesadaran diri

Cara ke-3 yang bisa dilaksanakan untuk mengendalikan diri dengan mengontrol tingkat kesadaran diri. Ini penting karena saat kamu emosi sering seorang kehilangan kesadaran akan perlakuan yang dilakukan. Dalam berekspresif sendiri, kita harus ketahui waktu dan lokasi yang pas untuk menumpahkannya.

Memperlihatkan emosi bukan hal yang jelek apa lagi bila terjadi satu kejadian ekstrim seperti kehilangan orang yang disayangi, atau kehilangan barang bernilai. Tetapi, yang perlu ialah mempunyai kesadaran untuk mengendalikan keadaan.

Tidak perduli berapa frustasi atau emosi yang ada terbentung, membanting barang atau meneriaki orang yang ingin menolong kita tidak menolong persoalan usai dan justru menambah beban untuk diri sendiri. Kesadaran diri sangat penting supaya kamu dapat belajar kapan saat yang pas untuk keluarkan hati dan kapan harus merendamnya dan salurkannya ke hal-hal lain.

4. Beraktivitas yang dicintai buat mengubah pemikiran

Cara ke-4 yang bisa dilaksanakan untuk mengendalikan diri dengan beraktivitas yang kamu gemari seperti bermain, melihat, olahraga, atau berbelanja. Bila kamu memerlukan waktu sesaat, karena itu cari cara untuk mengelola waktu supaya tidak ada masalah yang tidak terurus.

5. Mengganti pemikiran

Cara ke-5 yang bisa dilaksanakan untuk mengendalikan diri dengan mengganti pemikiran mengenai satu permasalahan. Anggaplah bila terjadi suatu hal, karena itu tiap tindakan bakal ada maknanya baik itu positif atau negatif. Minimal dengan peristiwa itu terjadi, kamu jadi belajar hingga nantinya dapat jadi lebih baik kembali dan menghindar permasalahan yang bisa bikin rugi diri sendiri.

6. Memikirkan sehari-harinya sebagai hari akhir

Cara ke enam yang bisa dilaksanakan untuk mengendalikan diri ialah memikirkan sehari-harinya sebagai hari akhir dengan demikian kamu semakin lebih tenang karena kamu ingin jadi orang yang lebih bagus, dengan demikian emosi yang ada jadi berkurang perlahan-lahan.

7. Berlaku arif saat bertindak

Cara ke-7 yang bisa dilaksanakan untuk mengendalikan diri ialah berlaku arif tiap ambil sebuah perlakuan dan tidak terburu-buru karena mempunyai argumen ingin menuntaskan permasalahan sekencang mungkin. Karena tindakan itu, bisa jadi membuat persoalan yang ada jadi lebih fatal dan sulit. Hal yang diperlukan ialah, ketenangan dan keakuratan dalam putuskan sebuah opsi dengan pertimbangan yang arif.

8. Sanggup sama-sama maafkan

Cara ke-8 yang bisa dilaksanakan untuk mengendalikan diri ialah sanggup sama-sama maafkan, meskipun untuk maafkan seseorang sebagai hal yang susah. Tetapi, agar bisa mengendalikan diri lebih bagus, sikap maafkan sebagai sisi yang perlu dengan demikian kamu terbebas dari beragam pertimbangan negatif.

9. Tidak memperbesar sebuah permasalahan

Cara ke-9 yang bisa dilaksanakan untuk mengendalikan diri dengan tidak memperbesar sebuah permasalahan, dengan demikian kamu dapat terbebas dari ada penekanan dalam diri. Sering persoalan yang ada tidak sebesar yang kamu anggap, kamu harus berpikir tenang lebih dulu, agar menyaksikan permasalahan yang ada secara obyektif dan putuskan apa yang perlu dilaksanakan secara baik.

10. Pikirkan imbas yang dapat terjadi

Cara ke-10 yang bisa dilaksanakan untuk mengendalikan diri dengan pikirkan imbas yang bisa terjadi bila biarkan emosi menggenggam kendalian. Timbulnya emosi yang melimpah bukan yang jelek dan normal bila terjadi. Seperti misalnya saat apa yang kamu harapkan betul-betul terjadi, atau saat satu kondisi jadi buruk sekali, atau saat kamu kehilangan barang bernilai.

Tetapi, saat emosi yang ada telah di luar kendalian diri sendiri bisa mengakibatkan beragam hal seperti perselisihan pada suatu jalinan baik persahabatan atau pertalian cinta, kesusahan untuk membuat jalinan lain, berlangsungnya permasalahan di sekitar lingkungan seperti tempat kerja atau perkuliahan, ada dorongan untuk memakai obat terlarang untuk tekan emosi, atau bahkan juga berlangsungnya ledakan emosi yang bisa berpengaruh jelek.

Karena ada emosi yang tidak teratasi bisa memengaruhi kegiatan dan kondisi setiap hari. Jalan keluar yang pas dari ini ialah mendapati akar permasalahan yang membuat kamu jadi emosi dan cari jalan keluar yang akurat.

11. Mengenali hati yang dipunyai

Cara kesebelas yang bisa dilaksanakan untuk mengendalikan diri ialah mengenali emosi diri. Dengan menyempatkan diri sesaat kamu bisa menyaksikan atau mengecek kondisi dan hati hati kamu waktu itu. Saat emosi secara mendadak tiba, sering seorang lakukan beragam hal negatif yang bisa bikin rugi dirinya dan seseorang.

Seperti menghancurkan barang atau mencederai yang ada disekelilingnya. Kamu bisa menentramkan diri dengan cara bertanya pada diri sendiri, apa yang kamu alami waktu itu, permasalahan apa yang mengakibatkan ini terjadi, dan apa yang perlu dilaksanakan untuk hadapi keadaan sekarang ini. Dengan pikirkan beragam hal sebagai bahan pemikiran itu, kamu bisa kurangi reaksi negatif yang terlalu berlebih dan berpikiran lebih obyektif akan satu permasalahan.

12. Membuat tulisan berkenaan keadaan hati

Cara ke-2 belas yang bisa dilaksanakan untuk mengendalikan diri dengan membuat tulisan yang bisa menolong kamu mencerminkan diri dan kondisi yang terjadi. Dengan menumpahkannya pada suatu kertas, kamu bisa merenungkan hati yang kamu punyai lebih dalam hingga bisa mencari kembali keadaan psikis yang ada di pemikiran waktu itu. Ketahui permasalahan yang membuat emosi itu terjadi, dengan demikian memungkinkannya mendapati cara untuk mengganti emosi jadi suatu hal yang lebih positif.

13. Lakukan meditasi / hipnoterapi

Cara ke-3 belas yang bisa dilaksanakan untuk mengendalikan diri ialah lakukan meditasi untuk menahan emosi yang terlalu berlebih. Dengan bermeditasi bisa menolong seorang untuk tingkatkan kesadaran akan semua hati atau kisah hidupnya. Saat lakukan meditasi, kamu akan usaha untuk pahami semua hati yang ada, hingga bisa mengetahui apa yang membuat jadi sulit tanpa mempersalahkan segalanya pada diri sendiri dan ingin usaha untuk mengganti dan menghilangkan dari pemikiran.

LihatTutupKomentar