Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengendalikan Emosi Secara Psikologi dan dalam Pandangan Agama

Cara Mengendalikan Emosi Secara Psikologi dan dalam Pandangan Agama - Emosi sebagai sisi penting di kehidupan manusia setiap hari. Emosi ketawa saat kamu membaca pesan yang lucu atau emosi kecewa saat terjerat kemacetan di jalan, pasang kering emosi yang dirasakan bisa memengaruhi kehidupan seorang manusia.

Kekuatan seorang dalam mengatur emosi juga memengaruhi cara seseorang melihat seorang. Misalnya, bila kamu ketawa membaca pesan itu saat sedang meeting bersama rekanan kerja yang lain, tentu saja kamu akan mendapatkan tatapan kecewa dari beberapa orang itu.

Study tentang emosi memanglah bukan ilmu yang jelas, beberapa psikiater masih memperdebatkan jalinan di antara badan-pikiran dengan hati emosi. Untuk mengenali emosi lebih dekat, baca tulisan berikut ini dan kenali cara mengendalikan emosi dari pandangan agama.

Cara Mengendalikan Emosi Secara Psikologi dan dalam Pandangan Agama
image: pexels.com

Ilmu Tentang Emosi

Ilmu pengetahuan tentang psikologi sudah didalami sepanjang beratus-ratus tahun, bahkan memunculkan pemecahan antara beberapa pakar. Dr.Paul Ekman, Profesor Psikologi di UCSF, salah satunya pakar yang memetakkan emosi untuk meningkatkan pemikiran yang tenang.

Cara awalan yang diambil oleh Ekman ialah mendapati beberapa kemiripan antara beberapa periset. Survei yang dilakukan memberikan tentang bagaimana emosi bekerja. Beberapa pakar banyak yang sepakat jika emosi memiliki sifat universal. Gestur dari emosi di beberapa budaya mempunyai keserupaan.

Ada lima emosi dasar yang dijumpai yakni, geram, takut, jijik, bersedih dan suka. Ada penyebab universal untuk rasakan emosi, manusia dapat geram saat berasa diberlakukan tidak adil.

Manusia dapat bersedih saat berasa kehilangan. Manusia dapat berasa jijik dengan suatu hal atau takut saat rasakan bahaya atau ada teror pada keselamatan diri. Pemikiran seorang memiliki sifat individu, tetapi emosi memiliki sifat universal.

Menurut Ekman, kita bisa ketahui emosi seorang, bukan pemikirannya yang memacu emosi itu. Misalnya, bila ada seorang yang takut saat diamankan seorang polisi atau petugas, kita tidak dapat mengetahui apa ia takut tempat ketangkap atau karena ia tidak bersalah.

Sebagai manusia, kita mempunyai beberapa macam kepandaian. Satu diantaranya ialah kepandaian emosional atau EQ yang perlu dipertajam supaya hidup jadi imbang dan ha ini diulas dalam buku Seni Mengendalikan Emosi.

Emosi ialah tanggapan otak yang instant, kita tidak bisa pilihnya. Lantas, kapan emosi jadi destruktif? Sains menjelaskan jika semua emosi itu sebagai hal yang lumrah, emosi jadi destruktif saat emosi itu tidak diutarakan dengan tepat.

Misalnya, manusia akan bersedih bila ditinggal oleh orang yang perlu dalam kehidupannya dan itu sebagai hal yang lumrah, tetapi orang yang stres akan rasakan duka cita itu dengan cara yang tidak patut.

Peta dari emosi ialah representasi visual atas sesuatu yang sudah didalami oleh beberapa periset. Ini menolong kita mengetahui emosi kita, bagaimana emosi itu dipacu, seperti apakah hatinya dan bagaimana cara menanggapinya.

Emosi manusia ada dalam sebuah garis waktu, emosi diawali dengan penyebab yang mengawali pengalaman emosional dan usai dengan hasilkan tanggapan. Pemicunya terjadi dalam kerangka yang ditetapkan oleh kondisi dan hati kita.

Stimulan atau penyebab emosi yang serupa bisa memunculkan emosi yang lain. Misalnya, kita merendam hati kecewa saat pada tempat kerja, saat di dalam rumah kita menumpahkan emosi dengan meneriaki bagian keluarga di dalam rumah. Penekananan emosi ini menjadi destruktif bila tidak dituntaskan dengan bicara pada diri sendiri.

Cara Mengendalikan Emosi Secara Psikologi

Menurut Gross dan Hooria Jazairi (2014) Ketakmampuan untuk atur emosi sebagai akar dari masalah psikis seperti stres dan masalah personalitas lain. Walau perlu riset selanjutnya tentang ini.

Untungnya, seorang bisa tangani dalam atur emosi yang bagus, bahkan juga saat sebelum keadaan yang tidak diharapkan terjadi. Dengan menyiapkan diri, seorang segera dapat mendapati jika emosi yang memiliki masalah harus ditiadakan saat sebelum mengusik kehidupan orang itu.

Dalam bukunya yang dengan judul Meningkatkan Kepandaian Emosional Anak, John Gottman memberi panduan untuk mengajari cara pahami dan atur dunia emosi terutamanya pada anak-anak. Peroleh bukunya di Toko Buku Paling dekat atau dengarkan para MOTIVATOR !

Berikut ini ada lima cara pendekatan yang bisa disamakan dengan keadaan yang bisa mengakibatkan permasalahan. Ketahui penyebab emosi mu bisa menolong untuk menghindar permasalahan semenjak awalnya. Dengan latih diri, kamu bisa mengganti hal negatif jadi positif dan secara tidak langsung kamu akan memperoleh kepuasaan secara emosional.

1. Pilih keadaan

Jauhi kondisi yang bisa memacu emosi. Ditambah emosi yang tidak kamu harapkan. Bila kamu ketahui jika kemungkinan akan geram saat sedang tergesa-gesa atau saat sedang menanti seorang karena itu siapkanlah hal tersebut pada awal.

Keluarlah dari rumah atau satu tempat bisa lebih cepat hingga kamu tidak geram atau berasa cepat-cepat. Bila kamu akan geram saat akan menanti seorang, bahas dengan seorang itu untuk tiba on time, bila tidak kamu dapat menghindar untuk berjumpa dengannya.

2. Melakukan modifikasi keadaan

Kemungkinan kamu ingin coba kurangi rasa sedih. Misalnya saat kamu mengharap untuk membikin acara ulang tahun yang prima untuk rekan atau keluarga, tetapi sering kali ada sesuatu hal yang tidak kelar buatmu.

Mungkin kamu menyimpan sasaran terlampau tinggi. Coba ganti keadaan dengan cari cara yang sesuai kekuatanmu hingga acara dapat usai sesuai yang kamu harapkan. Kamu bisa juga menyimpan sasaran atau keinginan yang tidak begitu tinggi. Dengan ini, kamu tidak berasa sedih dengan yang kamu harap.

3. Alihkan konsentrasi perhatian

Misalkan, kamu secara terus-terusan berasa rendah dengan beberapa orang yang berada di sekelilingmu. Kamu selalu memandang beberapa orang lebih luar biasa dibanding kamu.

Kamu selalu memerhatikan seseorang saat ada di gym, kamu selalu iri saat rekanan kerjamu mendapatkan promo. Kamu selalu berasa tertarik ke mereka seperti magnet, kamu selalu berasa bingung dan iri dari sesuatu yang seorang dapat raih.

Bila demikian, coba alihkan konsentrasi mu pada mereka, coba konsentrasi untuk diri sendiri atau beberapa hal lain. Hingga kamu dapat rasakan lebih yakin diri dengan kekuatanmu. Cicipi prosesmu sendiri hingga kamu berasa senang pada diri kamu sendiri.

4. Ganti pertimbangan

Pokok dari emosi paling dalam kita ialah sebuah kepercayaan yang mendorongnya. Kamu bersedih saat kamu percaya sudah kehilangan suatu hal, geram saat putuskan jika arah kamu sudah tidak berhasil.

Kamu kemungkinan tidak bisa mengganti keadaan, tetapi kamu bisa mengganti pemikiranmu. Kamu dapat mengganti pemikiran yang ke arah pada duka cita atau ketakbahagiaan dengan pemikiran yang ke arah pada keceriaan.

Beragam cara untuk mengendalikan emosi berbentuk dasar mendalam tentang bagaimana orang-tua dan sekolah bisa memanfaatan peluang emas anak-anak bisa juga kamu dapatkan pada buku Kepandaian Emosional kreasi Daniel Goleman.

5. Ganti tanggapan

Bila ke-4 pendekatan di atas gagal dalam mengatur emosimu, cara paling akhir yang dapat kamu kerjakan ialah mengendalikan tanggapan mu. Jantung mu kemungkinan berdetak lebih kuat karena kesan tidak membahagiakan saat kamu berasa kuatir atau geram.

Coba untuk ambil napas dalam-dalam dan tutup mata untuk menentramkan diri. Hal ini berlaku bila kamu tidak bisa stop ketawa saat kamu sedang dalam pertemuan yang serius. Coba untuk mengubah air muka mu atau pikir beberapa hal yang membuat kamu bersedih hingga situasi hati bisa berbeda.

Ada juga beberapa teori kuantum yang dijumpai jika atom-atom logam berperangai sebagai osilator gelombang yang bergetar dan pancarkan energi yang memiliki sifat diskrit dengan jumlah tertentu yang atur kecerdasarn emosi seorang yang diulas dalam buku Teori Kehidupan.

Cara Mengendalikan emosi dalam pandangan Islam

Dalam kitab umat islam, Alquran, ada banyak kata yang mengungkapkan tentang emosi seperti, kebahagiaan, bersedih, malu atau takut. Emosi sebagai hal yang manusiawi.

Tetapi, seorang muslim atau pengikut agama islam yang bagus tentu saja harus dapat mengendalikan emosi sesuai perintah Allah yang Maha Esa hingga tidak ada beberapa hal yang diharapkan. Lantas bagaimana triknya kita mengatur emosi untuk menyucikan hati dan jaga jalinan di antara setiap orang?

1. Ketahui dan terima jika kamu dapat mengatur emosi

Hal yang pertama untuk dilaksanakan ialah memberikan keyakinan diri sendiri jika kita berdasar penuh untuk mengatur emosi diri kita sendiri. Kita tidak dapat mempersalahkan seseorang atas emosi yang muncul pada diri kita.

Sudah pasti ada factor luar yang memacu emosi itu dan ini di luar dari kendalian kita. Penting untuk dikenang jika kita dapat sesuaikan diri sendiri untuk bereaksi. Misalkan, kita sudah memprogram diri sendiri untuk geram bila seorang membunyikan klakson saat macet, atau tersenyum saat seorang mohon maaf pada kita.

2. Analisis argumen yang memacu emosi

Coba untuk menyaksikan lebih dekat pola hidup diri sendiri. Terlampau menyukai suatu hal di dunia sama dalam harta atau seorang akan membuat ketakutan akan kehilangan atau bahkan juga dapat stres. Awasi kemauan mu dengan ketahui keperluan mu.

Disamping itu, konsumsi makanan instant, atau yang tidak memiliki nutrisi dapat memengaruhi situasi hati. Misalnya, bila seorang kelamaan berasa lapar dan langsung konsumsi makanan yang kurang memiliki nutrisi, otak kita akan kebingungan dan menganggap jika kamu sedang depresi.

Selainnya beberapa hal itu, rasa depresi bisa juga diakibatkan dari kekurangan tidur. Tidur yang sehat dan pulas membuat kita berbahagia dan badan lebih santai. Bila kamu sering bergadang, badan bisa menjadi gampang capek dan kamu semakin lebih gampang tersinggung dan geram.

Hal yang kita pemikiran paling akhir saat sebelum tidur ialah hal yang kita ingat saat bangun. Otak manusia bekerja semalaman untuk memiara pemikiran kita. Oleh karena itu, berdoalah, dan mengucapkan syukur atas nikmat-nikmat yang sudah diberi dari Allah.

3. Melakukan tindakan positif untuk mengurus emosi

a. Konseling diri sendiri

Jauhi keraguan dan lepaskan diri kamu dari pemikiran yang tetap berulang-ulang. Ucapkan pada diri sendiri jika dunia ini ialah suatu hal yang telah ditata oleh Allah.

Percaya ke Allah dan mengucapkan syukur atas nikmat yang sudah diberi akan menolong kita untuk selalu positif. Yakinlah jika dibalik kesusahan pasti ada keringanan seperti pada surat 94 ayat 5-6.

b. Kontrol pemikiran

Bila kita dapat mengendalikan khayalan kita, kita dapat mengendalikan pemikiran negatif yang tetap serang kita setiap saat. Kita dapat memutuskan untuk terus melakukan perbuatan baik dan tersenyum ke seseorang.

Untuk menghindar bisikan jahat, baca surat Al-Falaq, Al-ikhlas dan surat An-nas. Coba untuk latihan berpikiran positif hingga diri kita tidak termonitor oleh emosi.

c. Ingat Allah

Bila kamu berasa bereaksi terlalu berlebih pada keadaan tertentu, coba selalu untuk berzikir, zikir jaga hati masih tetap hidup. Kamu dapat membaca surat Al-ikhlas, atau membaca bacaan zikir lainnya.

d. Maafkan diri sendiri dan seseorang

Cara terbaik untuk menangani emosi dengan mengikhlaskan dan tidak simpan sakit hati. Semua kejahatan yang sudah dilakukan pasti sakiti hati sendiri, dan tidak ada kebaikan yang tidak menguntukan diri sendiri. Bantulah diri kamu sendiri dengan maafkan dan mengambil langkah terus di depan.

Cara Mengendalikan Emosi dalam Pandangan Kristiani

Pada intinya, semua agama mengajari pada kebaikan, begitupun dalam Alkitab. Mengatur emosi menjadi tugas yang susah untuk dilaksanakan. Kita tentu pernah hadapi saat yang sentuh titik kurang kuat jiwa kita.

Kita kemungkinan tidak dapat mengendalikan emosi, tetapi kita dapat memutuskan untuk mengendalikan tanggapan kita. Pakai beberapa alat yang tuhan beri kepadamu; Arwah Kudus, doa dan Firman-Nya. Walau benar-benar susah untuk mengurus emosi, tetapi itu adalah cara untuk mengganti hidupmu. Berikut sejumlah cara untuk mengendalikan emosi berdasar Alkitab.

1. Singkirkan pandangan yang keliru tentang emosi

Emosi datang dari pemikiran kita sendiri. Harus diingat jika manusia mempunyai kecondongan untuk melakukan perbuatan dosa. Hati kita sekurang-kurangnya dapat dihandalkan. Tidak boleh menjadikan hati sebagai tutorial untuk menyikapi suatu hal.sebuah hal.

2. Berpikiran secara benar tentang emosi

Tuhan memakai emosi kita untuk bawa kemuliaan bagi-Nya. Tuhan memakai emosi untuk dekatkan kita kepada-Nya. Tuhan memakai emosi untuk memperlihatkan jika kita manusia perlu penyucian diri, Tuhan memakai emosi sebagai tanda-tanda jika manusia perlu menyaksikan dianya lebih dalam kembali.

3. Mempelajari penjurnalan

Tuangkan pengalaman atau narasi ke sebuah buku dengan kalimat adalah cara yang baik untuk mengeruk lebih dalam dan memisah beragam hal. Riset memberikan jika menulis jurnal mempunyai manfaat dalam pengobatan.

4. Percayalah jika kita diperlengkapi dengan keperluan untuk membuat kehidupan yang bagus atau shaleh

Saat kamu memberi semua hidupmu untuk kristus, kamu sudah tertutupi dengan Arwah Kudus. Ia akan memberikan kamu tuntunan dan kebijakan. Ia sebagai sumber kemampuan dibalik doa dan firman Tuhan. Tanpa Arwah Kudus, doa hanya beberapa kumpulan kata dan Alkitab hanya sebuah buku riwayat.

5. Berdoa lah untuk mengendalikan diri atau emosi

Tuhan ingin buah Arwah pengaturan diri tercermin dalam diri kamu. Ia janji untuk menjawab doa saat hal tersebut searah dengan kehendak-Nya.

6. Bebaskan pertimbangan "saat ini"

Ini ialah keadaan yang perlu selekasnya diatasi. Pertimbangan "saat ini" ini bisa membuat kita yakin jika kita harus melakukan tindakan selekasnya dan setegas mungkin.

Coba lakukan pengakuan ini pada dirimu- "Diamkan saya pikir tentang hal tersebut sesaat." Hal Ini perlambat dan menolong kita kumpulkan pemikiran kita saat sebelum melakukan tindakan.

Ini adalah cara yang perlu untuk latih pengaturan diri. Stop sesaat. Bernafas. Teruskan perlahan-lahan. Ambil waktu sesaat ialah saat yang bagus untuk sesion penjurnalan singkat. Mencari tahu apakah yang menggerakkan emosi Anda. Selanjutnya tanggapi dengan tepat.