LWZ6MWNdMaNcMqZ4MqN7Map7yTUfATofA6YbyaV=
Strategic Leadership dan Strategic Proses dalam Manajemen

Strategic Leadership dan Strategic Proses dalam Manajemen

 STRATEGIC LEADERSHIP / Kepemimpinan Strategis mencakup:

  • Abilitas (ability) untuk memperhitungkan, bermimpi/ memikirkan, memiaran elastisitas dan mendayagunakan lainnya untuk membuat peralihan taktikk.
  • Kerja multifungsi yang mengikutsertakan pembuatan lewat beberapa pihak lain.
  • Konsiderasi / pemikiran keseluruhnya perusahaan lebih dipentingkan dibanding cuma satu sub unit.
  • Sebuah rangka managerial berdasar atas rekomendasi atau referensi.
Strategic Leadership dan Strategic Proses dalam Manajemen
Strategic Leadership dan Strategic Proses dalam Manajemen

Strategic Leadership and the Strategic Manajemen Process

Ada pertautan di antara prosess management taktikk dengan kepemimpinan taktikk.

  • Efketifitas kepemimpinan taktikk sebagai beberapa bentuk formula atas tujuan taktikk (strategic intent) dan visi taktikk (strategic mission). Ke-2 nya memengaruhi keberhasilan beberapa tindakan taktikk (successful strategic actions). Keberhasilan beberapa tindakan taktikk beberapa pimpinan taktikk direalisasikan dalam keberhasilan (1) merangkum / memformulasikan taktik-strategi (formulation of taktikes), dan (2) menerapkan taktik-strategi (implementation of taktikes).
  • Keberhasilan formula taktik-strategi dan realisasinya beberapa pimpinan taktikk bisa direalisasikan dalam beberapa hasil (outcomes) yakni tergantung pada kompetisi taktikk dan beberapa hasil (returns) di atas rerata. Terangnya, saksikan gambar ini.

Faktors Affecting Manajerial Discrestion

Ada dua factor yang memengaruhi diskresi managerial, yakni:

  • Lingkungan external mencakup: susunan industri, tingkat perkembangan pasar dan type kompetisi, masalah-kendala diplomatis / hukum, dan diferensiasi produk.
  • Kakarteristik-karakteristik keorganisasional yakni mencakup: ukuran dan umur organisasi, budaya, sumber yang ada (resource availability), dan interkasi karyawan.

Diskresi manajerial memengaruhi karakter-karakteristik manager. Dampak diskresi managerial pada karakter-karakteristik manager bisa dicerminkan pada: toleran untuk kemenduaan (tolerance for ambiguity), loyalitas ke perusahaan, ketrampilan-keahlian interpersonal, tingkat inspirasi, dan keyakinan diri.

Top Manajemen di Team

Team-team management pucuk memiliki ciri-ciri seperti berikut:

  • Team-team management pucuk ialah terdiri dari beberapa manager kunci yang bertanggungjawab merangkum dan melakukan taktik-strategi organisasi.
  • Satu team management pucuk beragam-ragam dengan beragam kepiawian (expertise) dan pengetahuan yang tergambar pada perpektif ganda saat menilai alternative taktik dan membuat kesepakatan.
  • Satu team management pucuk harus juga bisa mempfungsikan diri secara efisien sebagai satu team dalam ketentuan untuk melakukan taktik-strategi. Satu team yang beragam-ragam membuat team itu jadi lebih susah.

Strategic Leadership

Baca Juga Artikel Tentang Macam-Macam Soft Skill

Kepemimpinan Taktikk memiliki beberapa ciri seperti berikut:

  • Beberapa CEO bisa mendapat keuntungan demikian besar kekuasaan yang mereka secara kebijakan bebas atas penglihatan (oversight) oleh dewan direktur (Board of Directors).
  • Kekhususan ini yang sebenarnya saat CEO ialah ketua (chairman) atas dewan direktur.
  • Periode kedudukan (tenure) CEOs dapat memiliki (wield) kekuasaan signifikan.
  • Wujud yang paling efisien atas peran kepenguasaan kekuasaan dan dampak antara CEO dan dewan direktur.

Manajerial Labor Pasar

Pasar tenaga kerja managerial memiliki beberapa ciri dan type-tipe seperti berikut:

  • Tenaga kerja intern yakni terdiri dari alternative-alternatif lajur karier yang terdeia untuk beberapa manager satu perusahaan.
  • Pemilihan beberapa calon intern untuk beberapa posisi management menolong untuk membuat pada pengetahuan detil - yang bisa dipandang perusahaan.
  • Pasar tenaga kerja external terdiri dari beberapa kumpulan / kolektifitas atas kesempatan-peluang karier untuk beberapa manager di luar perusahaan mereka.
  • Pemilihan seorang manager di luar (outsider) umumnya bawa penglihatan-pandangan yang fresh (fresh insights) dan dapat memberi tenaga / energi ke perusahaan dengan beberapa ide pengembangan baru.

Efeks of CEO Succession and Hebat Manajemen Tim Composition on Strategy

Dampak-pengaruh atas keberhasilan CEO dan formasi team management pucuk pada taktik bisa diambil jalinan seperti berikut.

  • Kesuksesan taktik bertahan (Stable Strategy) tergantung pada keberhasilan CEO intern dan keserbasamaan (homogeneous) formasi team management pucuk.
  • Kesuksesan taktik mendua: peluang peralihan dalam team management pucuk dan taktik (ambiguous: possible change in hebat manajemen tim and strategy) tergantung pada keberhasilan CEO external dan keserbasamaan (homogeneous) formasi team management pucuk.
  • Kesuksesan taktik bertahan dengan pengembangan (stable strategy with innovation) tergantung pada keberhasilan CEO intern dan keterbedaan (heterogeneous) formasi team management pucuk.
  • Kesuksesan taktik peralihan (strategic change) tergantung pada keberhasilan CEO external dan keterbedaan (heterogeneous) formasi team management pucuk.

Exercise of Efekive Leadership

Efektifitas kepemimpinan taktikk tergantung pada:

  • Penetapan arah taktik (determining strategic direction)
  • Pengeskploitasian dan perawatan kapabilitas-kompetensi ini (exploiting and maintaining core competencies)
  • Peningkatan modal insani (developing human capital)
  • Penyokongan / simpatisanan / pertahanan satu budaya keorganisasian yang efisien (sustaining an efekive organizational culture)
  • Penekanan praktik-praktik benar (emphasizing ethical practices)
  • Penguatan pengaturan keorganisasian yang imbang (establishing balanced organizational controls)

Determining Strategic Direction

Penetapan arah taktikk memiliki makna dan ciri-ciri ini.

  • Penetapan arah srtategi memiliki arti peningkatan jangka-panjang misi atas tujuan taktikk (strategic intent) perusahaan.
  • Seorang pimpinan karismatik bisa menolong capai tujuan taktikk.
  • Ini penting supaya tidak kehilangan pandang atas kemampuan-kekuatan organisasi saat membuat peralihan-perubahan yang diperlukan oleh satu arah taktikk baru.
  • Beberapa eksikutif perlu menstruktur perusahaan secara efisien untuk menolong capai misi.

Exploiting and Maintaining Core Competencies

Pengeksploitasian dan perawatan kapabilitas-kompetensi pokok satu organisasi tersangkut jika:

  • Keompetensi-kompetensi pokok ialah beberapa sumber dan kompetensi-kapabilitas / kecakapan-kecapan yang layani sebagai satu sumber atas keunggulan berkompetisi untuk satu perusahaan yang melebihi beberapa pesaingnya.
  • Beberapa pimpinan taktikk perlu mengonfirmasi / mengecek kompenetnsi-kompetensi perusahaan yang ditegaskan dalam beberapa usaha implikasi taktik.
  • Dalam banyak beberapa perusahaan besar, dan satu dengan cara tepat yang terdifersifikasi terkait (terkait diversified), kapabilitas-kompetensi pokok yakni dieksploitisasi secara efisien saat merekatelah membuat dan mengaplikasikan (applied) lintasi satuan-satuan keorganisasian yang lain.
  • Kapabilitas-komptensi pokok tidak bisa daibangun atau dieksplorasi secara efisien tanpa meningkatkan kompetensi-kapabilitas atas modal insani.

Developing Human Capital

Makna dan ciri-ciri peningkatan modal insansi seperti berikut.

  • Modal insani mengarah ke pengetahuan dan ketrampilan-keahlian atas diri semua /semua yang ada di tenaga kerja (intire workforce).
  • Beberapa karyawan yakni dilihat sebagai satu sumber modal yang disebut keperluan-kebutuhan investasi.
  • Tidak ada taktik sebagai efisien tanpa mereka bisa meningkatkan dan kuasai (retain) orang yang baik untuk capai arah taktik itu.
  • Peningkatan dan management yang efisien atas modal insani perusahaan menjadi pemasti khusus atas abilitas / kekuatan untuk merangkum dan menerapkan taktik-strategi secara sukses.

Sustaining an Efekive Organizational Culture

Pertahanan atau simpatisanan satu budaya keorganisasian yang efisien memiliki beberapa ciri berikut

  • Satu budaya keorganisasian terdiri dari satu set / serangkaian yang kompleks atas idiologi-idiologi, simbol-simbol, dan nilai-nilai pokok yang disembahkan (shared) lewat perusahaan dan memengaruhi triknya pimpin / perilaku usaha.
  • Pembangunan budaya perusahaan ialah satu pekerjaan sentra atas kepemimpinan taktikk yang efisien.

Changing Culture and Reengineering

Ada pertautan di antara peralihan budaya dan perekayasaan. Manfat-manfaat atas perekayasaan usaha yakni dimaksimalkan saat beberapa karyawan yakin jika:

  • Tiap tugas di perusahaan ialah fundamental dan penting.
  • Semua karyawan perlu membuat nilai lewat kerja mereka.
  • Evaluasi / pengalaman stabil ialah satu sisi yang penting atas tugas seorang.
  • Team kerja ialah fundamental untuk implikasi yang sukses.
  • Beberapa masalah bisa diperpecahkan saat team-team terima tanggungjawab untuk satu jalan keluar.

Emphasizing Ethical Practices

Praktik-praktik benar perlu diperkembangkan pada suatu perusahaan supaya sukses melakukan taktik-strategi usaha. Penekanan praktik-praktik benar tersangkut hal:

  • Praktik-praktik benar / patut tingkatkan keefektifan atas beberapa proses implikasi taktik.
  • Beberapa perusahaan yang benar menggerakkan dan memungkinkannya (enable) orang kesemua tingkat keorganisasian untuk latih (to exercise) memiliki pendapat benar (ethical judgment).
  • Untuk dengan tepat (to properly) memengaruhi opini dan sikap karyawan, praktik-praktik benar perlu membuat proses ambil kpeutusan perusahaan dan jadikan sisi integral atas budaya organisasi.
  • Beberapa pimpinan menyusun / lengkapi (set) situasi (tone) untuk pembuatan satu lingkungan atas sama-sama menghargakan, kejujuran, dan praktik-praktik benar antara beberapa karyawan.

Establishing Balanced Organizational Controls

Penguatan pengaturan keorganisasian yang imbang perlu dilaksanakan karena dia memiliki beberapa ciri ini.

  • Pengendlian keorganisasian didalamnya sediakan patokan-parameter yakni taktik-strategi yang diterapkan dan diambil beberapa tindakan korektif.
  • Pengaturan keuangan umumnya ditegaskan dalam beberapa perusahaan besar dan fokus pada keluaran-keluaran keuangan (financial outcomes) jangka-pendek.
  • Pengaturan taktikk fokus pada isi (konten) atas beberapa tindakan taktikk dibanding keluaran-keluaran (outcomes)
  • Keberhasilan beberapa pimpinan taktikk menyamakan pengaturan taktikk dan pengaturan keuangan (mereka tidak pisahkan pengaturan / mengeliminasi keuangan) bermaksud (the intent) atas perolehan beberapa hasil (returns) jangka-panjang yang lebih positif.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.
Contact Us via Whatsapp